"Satu hal lain yang bisa kalian buktikan," ujarnya.
"Penonton mungkin pulang ke rumah sedih, tapi mereka mestinya senang dengan pertandingan yang kalian berikan, hanya dengan 10 pemain," sambungnya.
"Selamat ya," lanjutnya.
Luis Milla pun tak sungkan untuk menunjukkan keberatan hatinya karena laga itu menjadi laga terakhir sebelum bertolak ke Spanyol.
"Hari ini hari yang sulit, sangat sulit seperti hari pertama waktu ke Pare-pare," ungkap Luis Milla.
"Saya harus bisa Bahasa Inggris saat itu, dan itu sulit sekali sendirian waktu itu," sambungnya.
Lebih lanjut, Luis Milla mengungkapkan alasannya harus pergi meninggalkan mereka secara mendadak.
"Saya punya masalah dengan keluarga di rumah, masalah pribadi, saya harus kembali ke Spanyol," tuturnya.
Ia pun merasa bersalah karena tidak bisa mendampingi para Maung Bandung mengarungi Liga 1 musim ini.
"Mohon maaf tidak bisa menemani teman-teman dalam perjalanan ini," ucapnya.
"Saya mendoakan yang terbaik, saya sayang semua pemain," pungkasnya.
Setelah Luis Milla memberikan motivasi terakhirnya itu, sang asisten, Manuel Cascallana pun merangkulnya bak memberi kekuatan.
Kata-kata terakhir Luis Milla juga disambut tepuk tangan dari seluruh jajaran staf dan pemain yang ada di ruang ganti GBLA tersebut.
Kemudian, Victor Igbonefo buka suara mewakili para pemain lain mengucapkan rasa terima kasihnya pada Luis Milla.
Di tengah-tengah itu, Ciro Alves juga nampak mengelap air matanya menggunakan jaket.