TRIBUNWOW.COM - Baru dilantik pada Bulan April 2023, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo langsung dipanggil oleh Kejaksaan Agung, Senin 3 Juli 2023.
Diketahui, Dito Ariotedjo telah menjalani pemeriksaan di Kejagung selama dua jam.
Dito Ariotedjo datang guna dimintai keterangan terkait namanya yang terseret kasus korupsi penyediaan menara BTS 4G dan infrastruktur 2,3,4 dan 5 BAKTI Kominfo.
Baca juga: Selain Sita Mobil Mewah Johnny G Plate, Kejagung Sita Aset Mewah Dirut Bakti Kominfo, Ini Rinciannya
Kasus itu merugikan negara mencapai Rp8 triliun yang juga melibatkan Menkominfo nonaktif Johnny G Plate.
Sementara Dito Ariotedjo sendiri dilaporkan menerima uang sebesar Rp27 miliar.
"Hari ini saya datang dan Alhamdulillah gayung bersambut Kejaksaan juga memanggil saya sebagai saksi," ucap Dito Ariotedjo seusai diperiksa.
"Dan kemarin waktu kasus ini mencuat kebetulan kami sedang kunker (kunjung kerja) ke Berlin dalam rangka special olimpyic."
"Setelah kami balik (ke Indonesia) langsung tanggal cuti nasional yang sangat panjang."
"Jadi sebenarnya saya dari awal ingin sekali secepatnya mengklarifikasi agar isu ini tidak berlarut-larut," ucap pria berusia 32 tahun itu.
Baca juga: Profil Dito Ariotedjo, Resmi Jabat Menpora Gantikan Zainudin Amali, Politisi Muda dari Golkar
Bagi Dito Ariotedjo, sebagai Warga Negara Indonesia yang baik, sudah sepatutnya memenuhi panggilan Kejagung.
"Dan Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan tadi hampir 2 jam kita banyak memberikan keterangan, diskusi," tutur Dito Ariotedjo.
"Saya terima kasih ke Kejagung saya sudah memproses ini secara resmi."
"Karena saya juga tidak mau berlarut menggalang opini atau apa. Saya ingin pernyataan secara resmi," ucap Dito Ariotedjo.
Dito Ariotedjo menuturkan, selama proses pemeriksaan, dia sangat kooperatif dalam memberikan keterangan.
Baca juga: Sama-sama Menteri, Prabowo Tak Mau Berdiri Sejajar dengan Menpora dan Menteri BUMN, Tuai Pujian
"Ini terkait tuduhan saya menerima 27 miliar dimana tadi saya sudah saya sampaikan apa yang saya ketahui dan apa yang saya alami," kata Dito Ariotedjo.