TRIBUNWOW.COM - Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tampaknya semakin dekat jelang Pilpres 2024.
Terakhir, keduanya kembali bertemu empat mata di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/6/2023) sore.
Baik Prabowo dan Jokowi juga tak menampik membicarakan mengenai politik dan rencana terkait hal tersebut.
Baca juga: Prabowo Sehati dengan Bestie Jokowi: Beri Pidato Sama, Minta Jangan Salah Pilih di Pilpres 2024
Dengan pertemuan kemarin, Jokowi dan Prabowo setidaknya sudah tiga kali bertemu di Istana selama satu bulan terakhir.
Senin sore kemarin, Prabowo mendadak datang ke istana sekitar pukul 16.45 WIB karena dipanggil Jokowi.
"Saya kan baru pulang dari luar negeri, jadi saya harus laporan, kan biasa menteri dipanggil Presiden," kata Prabowo saat baru tiba.
Baca juga: Tanggapan Santai Jokowi dan Solusi Erick Thohir soal Piala Dunia U-17 Bentrok dengan Konser Coldplay
Setelah 40 menit berada di istana, Prabowo keluar dan memaparkan hasil pertemuannya dengan Jokowi kepada awak media.
Prabowo mengungkapkan bahwa Jokowi memberikan sejumlah arahan terkait tugas-tugasnya sebagai menteri.
"Saya melaporkan hasil kunjungan saya ke luar negeri, ke Eropa, saya bicarakan sedikit masalah geopolitik, masalah perkembangan terakhir di internasional," kata Prabowo usai pertemuan.
"Ada beberapa hal yang dapat petunjuk dari Presiden dan saya kira akan kita laksanakan petunjuk-petunjuk beliau," ujarnya lagi.
Prabowo mengungkapkan, ada beberapa isu geopolitik yang menjadi sorotannya.
Salah satunya adalah situasi di Ukraina yang berubah-ubah dengan cepat.
Ia mengaku akan membuat laporan yang lebih terperinci kepada Jokowi terkait hal itu.
Prabowo juga melaporkan bahwa ada banyak negara, terutama di Afrika, yang meminta Indonesia untuk membantu tentara mereka.
"Saya kira ini nanti akan kita tindak lanjuti juga. Jadi intinya itu perkembangan yang kita cermati supaya kita tidak terdadak dan rencana-rencana ke depan, itu saja," kata Prabowo.