Terkini Daerah

Ditemukan 4 Kerangka Bayi, Ayah dan Anak Pasangan Inses Ditangkap, Korban Melahirkan Sejak 14 Tahun

Editor: Anung
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim Kepolisian saat mengevakuasi tulang belulang dan mengidentifikasi bahwa tulang belulang yang ditemukan di Kelurahan Tanjung RT 1 RW 4, Kecamatan Purwokerto Selatan, adalah tulang bayi, Kamis (15/6/2023).

TRIBUNWOW.COM - Beberapa hari ini sempat heboh ditemukan adanya empat kerangka bayi di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.

Setelah dilakukan penelusuran, bayi-bayi tersebut diketahui merupakan anak hasil hubungan inses wanita berinisial E (25) dengan ayah kandungnya sendiri.

Dikutip TribunWow dari TribunJateng, mirisnya E sudah melahirkan anak sejak masih berusia 14 tahun.

Baca juga: VIRAL, Pasutri Asal Purwokerto Gowes Sepeda ke Makkah, Jual Mobil hingga Targetkan 8 Bulan sampai

Ayah E sendiri baru berhasil diamankan pada Sabtu (24/6/2023).

"Ditangkap masih di Kabupaten Banyumas, tetapi saat ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasat Reskrim, Kompol Agus Supriadi kepada Tribunjateng.com, Minggu (25/6/2023).

Indikasi kerangka-kerangka bayi tersebut adalah hubungan Inses Bapak-Anak semakin menguat.

Banyak yang memunculkan dugaan adanya hubungan inses antara bapak dan wanita berinisial E.

"Ada indikasi ke sana, tetapi kita harus lakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Kita masih kembangkan saat ini," jelasnya.

Kronologi

Kasus inses anak perempuan dengan ayahnya di Purwokerto menggemparkan warga sekitar karena ada hubungannya dengan penemuan 4 kerangka bayi.

Dari kesaksian warga, E ibu dari empat kerangka itu ternyata sudah melahirkan sejak usia 14 tahun.

Tak heran jika kasus penemuan kerangka bayi ini menghebohkan warga di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto, Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tulang belulang bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus kain dan terpendam di kedalaman 50 cm di kebun milik Prasetyo Tomo (42).

Saat itu saksi mata, Slamet (50) diminta pemilik tanah untuk menggali tanah untuk menguruk bekas kolam ikan yang ada di dekatnya.

Lalu Slamet diminta oleh Prasetyo untuk menghentikan pekerjaan.

Halaman
1234