TRIBUNWOW.COM - Warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tak mampu lagi menutupi inses antara ayah dan anak.
Dilansir TribunWow.dom, inses ayah dan anak kandung itu terungkap setelah penemuan empat kerangka bayi.
Tepatnya pada 12 tahun lalu, wanita berinisial E melahirkan bayi hasil hubungan sedarahnya dengan sang ayah.
Akibat perbuatannya, E dan ayahnya sempat diusir oleh warga setempat.
Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Pasangan Sedarah Buang Bayi di Bekasi, Motif Pelaku Lakukan Inses Terungkap
Baca juga: Wanita Ini Sempat Mengelak Buang Bayi Hasil Inses dengan Adik, Terbongkar setelah Diperiksa Bidan
Alhasil, ibu E harus pindah-pindah tempat tinggal.
Warga setempat mengatakan hasil hubungan terlarang antara E dengan bapak kandungnya itu lalu diadopsi oleh warga Semarang.
Anak pertama yang lahir dan besar itu diadopsi orang Semarang yang saat ini sudah kelas 5 SD.
Bahkan warga sempat melihat dalam waktu yang belum lama ini E sempat terlihat gemuk.
"Belum terlalu lama, gemuk banget badannya," jelasnya.
Ayah E Masih Diburu
Satreskrim Polresta Banyumas memburu keberadaan ayah dari E terduga pemilik empat kerangka bayi yang ditemukan di lahan RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.
Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi mengatakan tengah melakukan pencarian terhadap ayah dari E.
Keberadaan ayah dari E saat ini masih belum diketahui keberadaanya paska ditemukan kerangka-kerangka bayi itu.
"Apakah ini saudari E bertindak sendiri atau ada desakan dari orang lain, dan sampai sejauh ini belum ada penetapan tersangka, namun ada pengakuan dari saudari E yang akan kami cocokan secara ilmiah," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (24/6/2023).
Baca juga: Miris, Ibu dan Anak di Bukittinggi 11 Tahun Lakukan Hubungan Sedarah meski Keluarga Dikenal Agamis
Kronologi Penemuan Kerangka
Tim Satreskrim Polresta Banyumas kembali menemukan dugaan tiga kerangka bayi di kebun pinggir sungai, Kelurahan Tanjung RT 1 RW 4, Kecamatan Purwokerto Selatan, Rabu (21/6/2023).
Polisi kembali melakukan penggalian di beberapa titik berbeda di lokasi yang sama tempat ditemukannya kerangka yang pertama yaitu pada Kamis (15/6/2023) lalu.
Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi mengatakan betul ada 3 kerangka manusia lagi yang ditemukan hari ini.
"Betul tadi pukul 12.00 WIB ada 3 lagi kerangka manusia, mohon doanya biar segera terungkap," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Adapun 3 kerangka lagi ditemukan pada hari ini, Rabu (21/6/2023).
Sementara kerangka pertama ditemukan pada Kamis (15/6/2023), sehingga total ada 4 kerangka ditemukan di lokasi yang sama.
Kasatreskrim mengatakan memang ada kemiripan kondisi seperti penemuan kerangka yang pertama.
Ketiga kerangka itu saat ini masih dalam proses pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu.
"Akan kita dalami apakah aborsi mungkin. Kerangka diperiksa di laboratorium dulu, hasilnya akan diketahui 2 hari lagi," imbuhnya.
Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan lagi apakah akan ada potensi temuan lain.
Baca juga: Hubungan Sedarah Kakak dan Adik Kandung hingga Melahirkan di Bekasi, si Wanita Ditahan karena Ini
Menurut pengakuan salah satu warga sekitar, yaitu R (49) mengatakan memang melihat dari aktivitas penggalian di lokasi yang sama.
"Ada polisi sekitar pukul 10.00 WIB, setelah dzuhur pada pulang," ungkapnya.
Polisi masih melakukan penelitian lebih lanjut dan mendapatkan keterangan dari tim ahli forensik.
"Ada dugaan tulang bayi yang ditemukan tersebut merupakan korban aborsi.
Namun, kami masih terus mendalaminya," katanya.
Untuk memastikannya lagi kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, seperti warga sekitar lokasi tempat ditemukannya tulang belulang tersebut.
"Sejauh ini masih kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi.
Ada empat orang saksi yang kami periksa," jelas Kasatreskrim.
Sempat diberitakan sebelumnya, Slamet (50), warga Kelurahan Tanjung menemukan sebuah gundukan.
Setelah dicangkul ternyata ditemukan tulang belulang manusia beserta pakaian anak-anak.
Ia pun langsung memberitahu pemerintah setempat hingga akhirnya pihak kepolisian mendatangi lokasi temuan. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Perempuan Inses dengan Ayah Kandung di Purwokerto Diusir Warga, Anak Pertama Diadopsi di Semarang