TRIBUNWOW.COM - Tiga calon presiden (Capres) 2024 yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan hingga kini belum mengumumkan sosok calon wakil presiden (cawapres) mereka.
Meski demikian, sudah ada titik terang soal waktu deklarasi cawapres Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Lalu bagaimana dengan cawapres Prabowo Subianto?
Baca juga: Tak Pusingkan Kedekatan Jokowi dan Prabowo, FX Rudy: Saya Sering Diajak Makan Bareng, Ganjar Juga
Dilansir Tribunnews.com, ini rangkuman perkembangan terakhir soal isu pengumuman cawapres Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.
1. Anies Baswedan akan Umumkan Sepulang Haji
Bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Perbaikan (KPP) Anies Baswedan memastikan pengumuman sosok cawapres akan diumumkan usai pulang berhaji dari tanah suci.
"Doakan umur panjang. Sebelum haji enggak mungkin karena tinggal tiga jam lagi [keberangkatan]. Tapi Insya Allah pasti sesudahnya," kata Anies di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (22/6/2023).
Meski demikian, Anies enggan merinci kapan waktu persisnya cawapresnya akan diumumkan.
Anies hanya meminta doa supaya dimudahkan dan dilancarkan menunaikan ibadah haji.
"Tapi sesudahnya itu tanggal berapa belum tahu. Bulannya apa belum tahu. Doakan saja mudah-mudahan lebih awal lebih baik," kata dia.
Sebelumnya, Juru bicara Anies Baswedan yang juga Anggota Tim Delapan, Sudirman Said, juga menuturkan, cawapres Anies sudah dikerucutkan menjadi satu nama.
Baca juga: Jurus Jitu Prabowo Subianto Tolak Halus Budaya Titipan di Kalangan Militer, Sukses Buat Terkecoh
Namun dirinya masih merahasiakan nama cawapres Anies tersebut.
Sudirman Said meyakini bacawapres yang dipilih Anies Baswedan bakal mengundang pro dan kontra.
"Saya tidak bisa mendisclouse dan kita kan harus menjaga keseimbangan semuanya. Karena setiap keputusan pasti ada pro dan kontra," kata Sudirman di Sekretariat Bersama Koalisi Perubahan, Senayan, Jakarta, Rabu (21/6/2023).
Ia menyebut, nama bacawapres Anies Baswedan itu sudah diterima oleh partai yang berada dalam koalisi perubahan yaitu Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS.