Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya

Bandingkan Kasus Al Zaytun dan Ahok, Salim Said Soroti Beda Sikap Pemerintah: Malah Mau Tabayyun?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar politik Prof Salim Said (kiri) dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu, Panji Gumilang (kanan). Salim Said membandingkan kasus Al Zaytun dengan Ahok.

Sebagai informasi, Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia diduga karena ramainya penolakan terhadap Timnas Israel.

"Dengan mudah lagu Israel dinyanyikan Panji Gumilang dan pengikutnya di sana lalu disiarkan di TV," ujarnya.

"Itu terjadi saat pemerintah Indonesia tidak mengizinkan sepak bola Israel masuk ke Indonesia."

"Apakah ini bagian dari perlawanan, satu kekuatan dalam politik Indonesia terhadap keputusan PSSI itu? Itu jadi kecurigaan orang."

Ia menyayangkan lambannya tindak lanjut dari kasus Ponpes Al Zaytun.

Salim Said pun mendesak pemerintah segera bertindak.

"Mestinya kalau seperti yang sudah dialami dari kasus Al-Maidah ya langsung bertindak saja," papar Salim Said.

"Ini sudah 10 tahun lebih kok enggak ada tindakan kok malah mau tabayyun?"

"Jangan jadi makini kisruh masalah ini," tandasnya.

Baca juga: Masa Kelam Ponpes Al Zaytun, Panglima TNI Endriartono sampai Pecat Anak Buah Imbas Kasus Pemilu 2004

Sosok Intel dari Panji Gumilang

Pernyataan-pernyataan Panji Gumilang juga membuat heboh publik.

Satu di antaranya adalah pengakuan Panji Gumilang yang memiliki intel di Jakarta.

Dengan begitu, Panji Gumilang dengan mudah mendapatkan semua informasi demi melindungi Ponpes Al Zaytun.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Kamis (22/6/2023), Pendiri Yayasan Pesantren Indonesia, Imam Suprianto mengakui hal tersebut.

Imam Suprianto menyebut adik Panji Gumilang bernama Mayor Agung Sidayu adalah sosok intel yang dimaksud.

Halaman
123