Terkini Daerah

Pilu Nasib Siswi SMK di Ciamis, Leher Ditebas Pisau karena Cinta Segitiga, Aksi Keji Berlanjut di RS

Editor: Jayanti Tri Utam
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Nasib tragis menimpa siswi SMKN Rancah, Ciamis, Jawa Barat, berinisial NI (16). NI dilarikan ke rumah sakit setelah lehernya digorok wanita berinisial NKD alias Mala (19).

TRIBUNWOW.COM - Nasib tragis menimpa siswi SMKN Rancah, Ciamis, Jawa Barat, berinisial NI (16).

Dilansir TribunWow.com, NI dilarikan ke rumah sakit setelah lehernya digorok wanita berinisial NKD alias Mala (19).

Kejadian pilu itu diduga dipicu karena masalah asmara.

Cinta segitiga diduga menjadi pemicu utama aksi keji Mala.

Baca juga: Pilu, Tabungan Rp 5 Miliar Murid Sekolah di Pangandaran Tak Bisa Diambil, Dipinjam Guru Pensiun

Baca juga: Kabur seusai Sayat Siswi SMK, Wanita di Ciamis Kepergok Datangi Klinik Tempat Korban Dirawat

Namun, aksi keji Mala tak hanya sebatas menggorok leher korban.

Saat korban dilarikan ke klinik, Mala rupanya ikut datang dengan berpura-pura memeriksakan kesehatan.

Korban diketahui merupakan warga Dusun Mekarmulya, Desa Kaso Tambaksari, Kabupaten Ciamis.

Leher siswi kelas X Akutansi SMKN Rancah tersebut disayat menggunakan pisau dapur oleh pelaku.

Korban luput dari maut dan kini dirawat di Klinik Purwa Cisontrol Rancah dengan 18 jahitan dalam dan 15 jahitan luar di leher korban.

Kronologi

Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, Selasa (20/6) siang, mengungkap kronologi kejadian yang menimpa siswi SMKN Rancah tersebut.

Kejadian bermula pada Senin (19/6), pukul 08.30 pagi seusai korban berangkat dari rumah.

Korban berangkat dengan sepeda motor menuju sekolahnya di SMKN Rancah di Desa Cileungsir Rancah.

Namun di perjalan menuju sekolah tersebut, korban dibuntuti oleh pelaku yang juga menggunakan sepeda motor.

Saat melintas jalan kampung di Blok Cibodas Dusun Harjamukti Rt 04 RW 05 Desa Cisontrol Rancah Ciamis, Senin (19/6), sekitar pukul 09.00, korban disuruh berhenti oleh pelaku.

Baca juga: Lakukan Pengeroyokan di Jakarta Selatan, Oknum TNI AL Ancam Panggil 1 Kompi untuk Bunuh Korban

Baca juga: 3 Kali Coba Bunuh Ibu karena Tak Diberi Uang, Pemuda di Palembang Cengengesan Akui Sering Open BO

Pelaku yang memakai masker turun dari sepeda motor honda beat hitam yang dikendarainya mengajak berbicara sebentar.

Tak lama kemudian muncul JD (19), pria yang mengajak korban pergi bersama.

Tapi korban menolaknya. Dan menyuruh saksi JD untuk pergi duluan.

Setelah saksi berangkat, pelaku langsung duduk di jok belakang sepeda motor korban.

Korban masih duduk di jok depan sepeda motor yang dikendarainya.

Setelah duduk di jok motor korban, pelaku menyebutkan di kerah baju seragam korban ada ulat.

Sembari menyingkapkan kerudung yang menutup leher korban.

Kemudian pelaku dari arah belakang korban dengan menggunakan pisau dapur langsung menggorok leher korban dengan 3 (tiga) kali sayatan.

Akibatnya korban terjatuh bersimbah darah dengan leher menganga akibat sayatan yang menyisakan luka dalam memanjang di leher bagian depan.

Korban sempat berteriak minta tolong. Pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarainya.

Baca juga: SOSOK AB, Siswa SMP Bunuh Bendahara Kelas seusai Ditagih Uang Iuran, Terlibat Curanmor dan Jambret

Pelaku Datang ke Klinik

Warga berdatangan ke lokasi membantu korban yang tergeletak di sisi jalan kampung, jalan rabat beton tersebut.

Oleh warga, korban dibawa ke Klinik Purwa Cisontrol sekitar 2,5 km dari lokasi kejadian dengan menggunakan mobil pribadi.

Akibat penganiyaan berat tersebut korban mengalami luka sayat di leher sepanjang 15 cm sampai 20 cm dan dalam 5 cm.

Korban ditangani secara medis di Klinik Purwa tersebut dengan 18 jahitan dalam dan 15 jahitan luar.

Saat korban ditangani di Klinik Purwa Cisontrol tersebut, pelaku juga datang ke klinik tersebut. Dengan alasan sakit gangguan pencernaan.

Tak diketahui motifnya, apakah sebagai upaya pengelabuan atau memang karena sakit yang diidap pelaku. Petugas bergerak cepat, menciduk pelaku.

Kini tersangka dirawat di RS Al Arief Ciamis dengan penjagaan ketat petugas, sementara korban masih dirawat di Klinik Purwa Cisontrol Rancah.

Atas kejadian tersebut, petugas sudah mengamankan satu bilah pisau dapur, 1 stel pakaian korban berikut sepasang sepatu milik korban, dan 1 unit sepeda motor honda beat milik pelaku sebagai barang bukti. (*)

Baca artikel lain terkait Kasus Penganiayaan

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Penganiaya Siswi SMK di Rancah Ciamis Ternyata Menyusul ke Klinik Korban Dirawat, Ini yang Dilakukan