Terkini Daerah

Teriak Minta Tolong Temukan Istrinya Tewas, Pria di Pati Justru Gelisah saat Warga Lapor Polisi

Editor: Anung
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana di RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (15/6/2023), saat berlangsungnya proses autopsi jenazah Budiati (31), ibu tiga anak yang ditemukan tewas di rumahnya.

TRIBUNWOW.COM - Pria bernama Mashuri (45) histeris dan bingung saat menemukan istrinya Budiati (31) dalam kondisi telah meninggal dunia di kediamannya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Rabu (14/6/2023) malam.

Budiati meninggal dalam kondisi memeluk bayi dan dua anaknya yang lain memeluk punggung sang ibu.

Dikutip TribunWow dari Kompas, setelah Mashuri teriak minta tolong, ada warga yang melapor ke polisi.

Baca juga: Polisi Temukan Motif Dendam dan Sakit Hati, Begini Nasib Pelaku Tabrak Lari di Cakung

Hal ini justru membuat Mashuri panik dan gelisah.

Ternyata setelah pihak kepolisian turun tangan terungkap bahwa Budiati tewas karena akumulasi luka yang ia terima dari penganiayaan Mashuri.

Mashuri berkali-kali melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Budiati.

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan Mashuri sebagai tersangka atas kematian Budiati yang ternyata menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh sang suami.

Mengenakan kaus oranye, Mashuri menunduk-nunduk malu saat digelandang ke ruang interogasi Sat Reskrim Polresta Pati, Jumat (16/6/2023).

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Onkoseno G Sukahar mengatakan, dari hasil otopsi disimpulkan bahwa Budiati sempat menerima tindakan penganiayaan sebelum tewas.

Saat diinterogasi, Mashuri pun mengakui pernah memukuli istrinya.

"Dari hasil otopsi. ditemukan memar-memar di kepala korban yang pada akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Onkoseno.

Ia mengatakan kematian korban tak langsung terjadi, namun merupakan akumulasi kekerasan yang dilakukan sang suami. Terlebih kondisi korban belum fit pasca-melahirkan.

Polisi menduga Budiati meninggal sejak Selasa (13/6/2023) atau dua hari sebelum ditemukan.

"Suami korban mengakui melakukan pemukulan pada istrinya pada Jumat sepekan sebelumnya. Tapi sebelum itu juga pernah melakukan penganiayaan karena sifatnya temperamental," ujar dia.

Menurut Onkoseno, Mashuri mengaku marah pada istrinya dan melakukan penganiayaan karena dipicu rasa cemburu.

Halaman
123