Pilpres 2024

Bantah Jokowi Endorse Prabowo, PDIP Ungkap Pesan Presiden saat Rakernas: Itu Kan Hanya Persepsi

Editor: Via
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi survei elektabilitas kandidat capres, Prabowo Subianto (kiri), Ganjar Pranowo (tengah) dan Anies Baswedan.

Djarot menilai hasil survei bisa berubah atau dinamis seiring berjalannya waktu.

Oleh sebab itu, PDIP tak mempersoalkan tingginya elektoral Prabowo dibandingkan Ganjar dalam survei Litbang Kompas.

Baca juga: Sumber Anonim dari PDIP Bicara ke Media Asing Sebut Jokowi Dekati Prabowo karena Kecewa ke Megawati

Djarot pun menganggap hasil survei itu sebagai bahan masukan bagi PDIP dan Ganjar sendiri.

"Ini menjadi masukan bagi partai. Bagi Pak Ganjar dan PDI-P untuk merumuskan pola-pola kampanye untuk bisa menggaet pemilih muda, salah satunya dengan warga Nahdliyyin," ujarnya.

Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengeklaim hubungan PDIP dan NU sangat erat.

Namun, Djarot tak memungkiri jika hasil survei Litbang Kompas tetap menjadi pembelajaran bagi PDIP untuk semakin mendekatkan diri pada warga NU dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

"Sehingga kita lebih fokus lagi, aktif lagi untuk bisa bergerak bersama dengan rakyat NU, bersama Muhammadiyah. Dan bersama organisasi kemasyarakatan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto merupakan sosok dengan elektabilitas tertinggi di kalangan warga NU untuk dipilih sebagai presiden, unggul tipis dibandingkan bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada Mei 2023, Prabowo memperoleh elektabilitas sebesar 25,8 persen di kalangan warga NU.

Sebaliknya, hasil survei menunjukkan bahwa Ganjar yang berada di posisi paling atas pada Januari 2023, elektabilitasnya justru turun pada Mei 2023.

Berdasarkan survei, elektabilitas gubernur Jawa Tengah ini berada di angka 24,7 persen pada Mei 2023, turun 3 persen dari survei pada Januari 2023.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Banyak Dipilih Warga NU Jadi Capres, PDI-P: Survei Bukan Patokan", dan "PDI-P Tepis Jokowi Dukung Prabowo untuk Pilpres 2024"