Terkini Daerah

Bantah Cabuli Santriwati, Pimpinan Ponpes di Bogor Ngaku Mau Ajak Korban Nobar, Kasus Berakhir Damai

Editor: Anung
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pimpinan sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor diduga melakukan pelecehan seksual kepada anak santrinya.

Aksi bejat pelaku itu terjadi pada bulan lalu.

"(Pengakuan korban) Dielus-elus badannya, dadanya," kata Iptu Desi Triana.

Sementara itu, Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto mengungkapkan, pihaknya menerima laporan tersebut dari orang tua santriwati.

Laporan itu, menurutnya soal diduga pelecehan seksual yang dilakukan oleh pimpinan Ponpes.

Baca juga: Viral Wanita di Jaksel Alami Luka di Wajah seusai Ditabrak Pacar, Pelaku Diduga Kerap Buntuti Korban

Pinpinan Ponpes itu, kata Kompol Suminto membangunkan santriwati karena akan menonton bareng di Ponpesnya.

"Aduan santri kepada orang tuanya, bahwa yang bersangkutan merasa dilecehkan pada saat dibangunkan dan nonton bareng dilingkungan ponpes," kata Kompol Suminto dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (5/6/2023).

Dalam kasus ini, menurutnya kedua belah pihak yang bersangkutan sudah dipertemukan.

Merekapun melakukan mediasi terkait tuduhan tersebut.

Kompol Suminto menjelaskan bahwa pimpinan Ponpes itu tak mengaku akan perbuatannya ke satriwatinya.

Maka dari itu, pihak Ponpes dan keluarga korban melakukan mediasi.

"Pimpinan ponpes sendiri menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pelecehan kepada para santri seperti yang dituduhkan kepadanya," kata Kompol Suminto.

Dari hasil mediasi itu, kedua pihak sepakat untuk berdamai.

Sehingga, kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum.

"Hasil kesepakatan dalam mediasi tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dan ditandatangani kedua belah pihak," ungkap Kompol Suminto.

Bahkan, satriwati yang diduga menjadi korban pelecehan seksual itu tidak lagi tinggal di asrama Ponpes.

Halaman
123