Pilpres 2024

Pakai Analogi Percintaan, Cak Imin Bicara Kans Dampingi Prabowo di Pilpres 2024: Ungkit Koalisi KKIR

Editor: adisaputro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar saat tiba di Kantor DPP PKB di Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019). Cak Imin bicara soal kans dampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024, pakai analogi percintaan kawula muda.

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, (Ketum PKB) Muhaimin Iskandar, bicara soal potensinya maju mendampingi Prabowo Subianto dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres 2024).

Dilansir TribunWow.com dari Tribun Pontianak, pria yang akrab disapa Cak Imin itu membeberkan situasi terkini terkait hubungan dan kesempatannya mendampingi Prabowo Subianto maju di Pilpres 2024.

Pada mulanya, Cak Imin menjelaskan dinamika terkini menuju Pilpres 2024 semakin sengit karena adanya syarat minimal 20 persen pencalonan calon presiden.

"Jadi, koalisi Pilpres ini kan dua, pertama, semua sedang bekerja, tiket 20 persen tercapai, syarat 20 persen bisa mengajukan capres ini tidak mudah, karena minimal ada dua partai yang bergabung, kecuali PDI Perjuangan. Dinamika partai-partai untuk mencapai syarat 20 persen itu lah yang membuat suasana hari ini menjadi menarik," jelas Cak Imin.

Baca juga: Cerita Cak Imin soal Anggaran Kemiskinan Rp 500 Triliun hanya Jadi Seminar: Diskusi di Atas Meja

Sehingga, dalam prosesnya, ada beberapa proses pendekatan untuk menemukan kecocokan satu sama lain antar partai politik baik yang berada di parlemen maupun non parlemen.

Selain itu, penggabungan ideologi-ideologi masing-masing partai politik menambah dinamika Pilpres 2024 menjadi lebih dinamis.

Lebih lanjut, dengan gaya khas jenakanya, Cak Imin juga turut menganalogikan pembentukan koalisi antar partai politik dengan analogi percintaan.

"Saling mengintai, saling cocok-cocokan, karena semua partai saya kira punya tanggungjawab memperjuangkan ideologi masing-masing, seperti saya ini punya cita-cita, bagaimana ideologi PKB ini terlaksana di dalam pemerintahan, maka masing-masing memiliki niat untuk memegang kepemimpinan nasional, tujuannya memang untuk tujuan partai."

Cerita Cak Imin soal adanya dana penanganan kemiskinan yang hanya menjadi seminar kemiskinan, Sabtu (27/5/2023). (Youtube Tribun Pontianak)

Baca juga: Jika Ingin Menang Pilpres 2024, Prabowo Dinilai Butuh Airlangga dan Partai Golkar, Ini Alasannya

"Mencari 20 persen itu lah yang membuat dinamis, dinamisnya ya seperti pacaran putus, sambung, lamaran sudah hampir menikah itu gak jadi, itu bisa terjadi, itu alamiahnya. Jadi kalimat yang paling pas adalah sebelum janur kuning melengkung kita belum bisa ambil kesimpulan. Anda boleh merancang calon istri anda, tapi takdir lah yang menentukan, anda boleh mencintai seseorang tapi belum tentu anda bisa mengawini seseorang," jelas Cak Imin dengan gaya khas jenaka dan sendau guraunya.

Di akhir pembahasan tentang Pilpres, Cak Imin membeberkan fakta tentang kondisi hubungan PKB dengan partai Gerindra yang dikenal dengan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya Ini (KKIR).

"Alhamdulilah, PKB sama Gerindra ini termasuk partai yang paling awal, membangun kontrak tiket 20 persen itu, semakin hari semakin intens, semakin solid, per hari ini PKB-Gerindra tak tergoyahkan dan terus berikhtiar mengajak partai-partai lain untuk bergabung ke dalam koalisi Kebangkitan Indonesia Raya Ini (KKIR)," pungkasnya.

Cerita Cak Imin soal Anggaran Penanganan Kemiskinan hanya Jadi Seminar

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Ketum PKB), Muhaimin Iskandar atau kerap disapa dengan Cak Imin, belum lama ini menceritakan soal adanya kasus penyelewengan dana penanganan kemiskinan di Indonesia yang tergolong luar biasa.

Dilansir TribunWow.com dari Tribun Pontianak, Sabtu (27/5/2023), Cak Imin pada mulanya menceritakan tentang agenda terkininya berkunjung ke Provinsi Kalimantan Barat.

Sosok yang santer bakal mendampingi Prabowo di Pilpres 2024 itu menjelaskan agendanya ke Kalimantan Barat untuk bertemu para kepala Desa di seluruh Kabupaten Kubu Raya.

Halaman
12