Berita Viral

Viral Curhatan Pilu Seorang Ayah Dibentak Anaknya saat di Acara Wisuda: Saya Ingin Melihat Anak Saya

Penulis: dian shinta mukti
Editor: Anung
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral curhatan seorang bapak setelah dibentak anaknya di acara wisuda Sabtu (20/5/2023).

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial video seorang ayah menangis lantaran dibentak anaknya saat di acara wisuda. 

Video tersebut diunggah oleh akun @momo_wikan pada Sabtu (20/5/2023). 

Mirisnya, selepas pulang dari acara wisuda anaknya motor bapak tersebut kehabisan bensin. 

Baca juga: Viral Gerbong KRL di Bogor Digenangi Air, Penumpang Sampai Angkat Kaki, Ini Penjelasan KAI

Ia tak mampu membeli bensin lantaran uang yang dibawanya tak cukup. 

Lantas sang perekam video berinisiatif membeli bensin untuk bapak tersebut. 

"Tadi sekitar jam 10.00 say melintas dari perempatan bugisan ke arah utara dan sesampainya di pasar legi terlihat seorang bapak mendorong sepeda motornya,

Saya hampiri beliau dan ternyata bensinya habis,saya tawarkan untuk saya step beliau tidak mau karena beralasan uanganya tidak cukup untuk membeli bensin dan akan ke atm dulu," 

Saya pun berpamitan lalu pergi mencarikan bensin eceran,setelah dapat saya pun kembali mencari beliau alhamdulillah bertemu dan beliau sedang beristirahat di perempatan 40 an duduk diatas motor sembari tertunduk menangis,,,,,

Pak ini bensinya, beliau kembali menolak karena uangnya tidak cukup untuk mengganti,lalu saya buka jok motornya kemudian saya isikan," keterangan yang ada dalam video tersebut. 

Saat sang perekam video mengisi bensin motor, bapak tersebut terus menangis. 

Viral curhatan seorang bapak setelah dibentak anaknya di acara wisuda Sabtu (20/5/2023).

Sang perekam video pun bertanya penyebab bapak tersebut terus menangis.

Atas hal itu bapak tersebut langsung curhat, bahwa dirinya habis dibentak oleh anaknya sendiri di acara wisuda. 

Padahal bapak tersebut jauh-jauh dari Kalimantan ke Yogyakarta demi bisa melihat anaknya wisuda. 

"Niki hari terakhir kulo teng mriki (Ini hari terkahir saya di sini)" ujar sang bapak sambil menangis. 

"HP ne dibanting empun risak, kulo isin kaleh guru-gurune mas, biayane pun katah (HP-nya dibanting sudah rusak, saya malu sama guru-gurunya, biayanya (sekolah) sudah banyak'," sambungnya. 

Halaman
12