Bosnya itu bertanya adanya tanda merah di lehernya.
Kemudian bos laundry tersebut mulai melakukan pelecehan seksual verbal menyebut tanda merah di lehernya itu seperti diciu** oleh sang pacar.
Seketika BSP kaget, dan menyadari tak ada tanda merah di lehernya tersebut.
“Dia datang, terus dia bertanya kepada saya, modus bilang leher saya merah, pdahal gak ada. Itu leher mu kenapa dek, kok merah-merah ,di cium cowokmu yah,”ujar korban menirukan perkataan terduga pelaku.
Meski kaget, BSP pun tetap berusaha menjawab dan membantahnya.
“Mana ada bang, kalau pun ada mungkin gatal gatal ajanya itu,” ujar BSP.
Baca juga: Ditembak Polisi, Viral Pria di Makassar Terkapar Bersimbah Darah, Kapolrestabes: Sudah Diobati
Namun, tiba-tiba bos Laundry-nya itu malah mendekap korban dan menci** lehernya.
Sontak BSP syok dan berusaha melawan aksi pelaku tersebut.
Namun, tenaga korban tak sanggung melawan hingga pelaku mendorongnya ke arah kamar mandi.
Saat itu korban terbanting mengenai meja hingga mengalami memar di bagian tangan.
Tak sampai di sana, pelaku kembali melanacarkan aksi pelecehan seksualnya di bagian payudara korban.
Sontak korban berteriak dan berusaha lari ke keluar sembari menangis.
"Saya teriak dan lari ke depan, saya nangis, dia juga ikut ke depan. Lalu si pelaku datang menjumpai saya, dia meminta maaf kepada saya ,dan si pelaku berkata, jangan kasih tau sama kakakmu yah, dengan menggunakan bahasa Batak dan saya pun memvidio kan si pelaku tersebut pada saat si pelaku meminta maaf kepada saya,” ujar Korban.
Dari kejadian itu korban juga mengalami pelecehan seksual sekaligus kekerasan.
Atas pelecehan seksual yang dialaminya itu, diketahui kini korban telah melaporkan bos laundry-ya itu ke Polrestabes Medan.