Terkini Daerah

Jauh-jauh ke Arab Saudi, 2 TKI Ini Malah Jadi Korban Kerja Paksa, Muntah Darah pun Tak Diurusi

Editor: Jayanti Tri Utam
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Ironis nasib dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang bekerja di Arab Saudi. Dua TKI tersebut menjadi korban kerja paksa oleh majikannya.

"Janjinya dulu dikasi gaji 6 juta. Tapi, sewaktu gajian pertama itu cuma 4 juta yang dikasi," sebutnya.

Dia juga mengungkapkan kalau Halima punya penyakit maag.

Kemudian saat di Arab Saudi, ia berungkali muntah darah.

Baca juga: Aneh Tapi Nyata, Viral Beras Hajatan Sudah Dimasak 7 Jam Tak Juga Matang, Warga Kediri Geger

"Dia sering komunikasi ke kami. Dia juga kirim video saat muntah darah. Katanya, tidak di kasi obat sama majikan atau pun sama agency yang ada di Arab Saudi. Bahkan, majikannya juga sering teriaki dia dan paksa bekerja meskipun dia sakit," ungkapnya.

Bisran pun berharap, pemerintah bisa membantu memulangkan Halimah.

"Disiksa dia di sana. Tidak di kasi makan baru disuruh kerja terus. Kalau istirahat, dia diteriaki lagi. Jadi, kami mohon, pemerintah bisa bantu pulangkan Halimah. Kasian juga, anaknya di sini masih umur 1 tahun," imbuhnya.

Adapun kondisi Arsi diungkapkan Ketua SBMI Sulsel Firman.

Firman mengungkapkan saat ini, Arsi sudah dipulangkan.

Di Arab Saudi, Arsi mengalami sakit iritasi di kulit yang menyebabkan luka-luka di tangan.

Sehingga sulit untuk bekerja, serta sesak nafas bawaannya kambuh di Arab Saudi.

"Di sana dia tidak diberi obat. Meskipun sudah mengaku sakit di majikan, ia tetap disuruh untuk bekerja. Dia kerja paksa di sana," ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini pihak SBMI Sulsel bekerjasama dengan berbagai pihak tengah berusaha untuk memulangkan Andi Halima ke kampung halamannya. (*)

Baca artikel lain terkait

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Keluarga Ungkap TKI Asal Sulsel Tak Digaji dan Jarang Diberi Makan di Arab Saudi