Namun, ketika itu ia melihat mobilnya sudah tidak ada lagi karena sudah terbawa arus banjir bandang.
"Mobil tadi mau ku kejar, cuma aku lihat sudah ambruk semua pondok-pondok itu. Waktu itu ada dua mobil di situ, tapi cuma mobil aku yang hanyut," ungkapnya.
Dikatakannya, saat itu memang suasana sudah mencekam dan ia dan keluarga hanya bisa pasrah dan bersyukur karena bisa selamat dari musibah tersebut.
"Mau pulang nggak ada angkot, lalu ditawar sama orang situ angkot dan kami pun pulang," katanya.
Sebelum pulang, ia sempat mencari keberadaan mobilnya itu. Setelah dicari akhirnya mobilnya pun ditemukan dalam keadaan hancur.
Hendri yang merupakan seorang pedagang kelapa parut menyampaikan setelah mengetahui mobilnya sudah hancur ia pun hanya bisa pasrah.
Sebab, mobilnya itu baru satu bulan dibelinya dengan cara kredit.
Dia pun berharap kepada pihak asuransi agar mobilnya itu bisa diganti lagi dengan yang baru.
"Belum tau, masih diusahakan sama leasing untuk asuransinya, mudah-mudahan bisa dibalikkan lagi karena ada asuransi," ucapnya.
Akibat kejadian ini, ia dan keluarganya mengaku trauma berat dan tidak mau lagi berwisata ke lokasi tersebut.
"Traumalah, trauma kali seperti nya memang di situ rawan kali, karena bukan pertama kali juga terjadi," ucapnya.
"Nggak nyangka, sepertinya itu memang perlu dicari tahu penyebab banjirnya. Mungkin juga karena tanah nggak sanggup lagi nahan air, karena penerbangan pohon," pungkasnya.(cr11/Tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul "Hendri Sitompul Beberkan Kronologi Mobilnya Hanyut Dibawa Banjir Bandang, Kini Keluarganya Trauma"