Pilpres 2024

Peluang Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar Diungkap Pakar Komunikasi Politik UGM: Makin Besar

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menko Polhukam Mahfud MD buka suara soal tragedi Kanjuruhan saat tampil dalam program ROSI KOMPASTV, diunggah Jumat (7/10/2022).

Setelah Ganjar Pranowo menjadi Capres PDIP, Jokowi mengungkap sejumlah nama yang berpotensi mendampingi Ganjar Pranowo sebagai Cawapres.

Jokowi pun menyebut nama Menteri BUMN, Erick Thohir, hingga Menko Polhukam, Mahfud MD, sebagai sosok yang cocok menjadi Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo.

"Banyak, ada Pak Erick (Thohir), ada Pak Sandiaga Uno, kan banyak kan," ungkap Jokowi setelah mengikuti salat Idul Fitri di Masjid Sheikh Zayed Solo, Sabtu (22/4/2023), dilansir TribunSolo.com.

"Ada Pak Mahfud, ada Pak Ridwan Kamil, kan banyak," tambah Jokowi.

"Ada Pak Airlangga, nah termasuk Pak Prabowo," lanjutnya.

Mengenai namanya yang disebut cocok menjadi Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo, Mahfud MD buka suara.

Baca juga: Ganjar Pranowo Jadi Capres Usungan PDIP, Jokowi Beri Apresiasi: Dia Pemimpin Dekat dengan Rakyat

Diberitakan Surya.co.id, Mahfud MD menanggapi santai soal namanya yang dinilai sebagai Cawapres potensial.

"Ya kita lihat saja," ujar Mahfud MD saat ditemui di Surabaya, Senin (24/4/2023).

Mahfud MD enggan mengungkap bagaimana peluang maupun kesiapan seandainya dipinang untuk maju di Pilpres 2024.

Menurutnya, dorongan maupun dukungan kepada seseorang untuk Pilpres sebagai bukti iklim demokrasi yang baik bahkan maju di negeri ini.

Dalam iklim demokrasi yang maju, kata dia, semua berhak mendorong atau mendukung siapapun.

"Tapi sekarang rakyat juga boleh ikut menyebut."

"Bahkan, termasuk Presiden preferensinya bukan hanya satu tapi banyak."

"Baguslah perkembangan demokrasi sekarang ini," terang Mahfud MD. (*)

Baca berita Pilpres 2024 lainnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons Mahfud MD Usai Namanya Disebut Jokowi Cocok Jadi Cawapres Ganjar Pranowo dan Bagaimana Peluang Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar? Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik UGM