Para sopir kemudian diedukasi untuk bisa melanjutkan perjalanan guna menimalisir potensi terjadinya kecelakaan lalulintas.
Pihaknya sengaja menggelar patroli ini untuk mencegah terjadinya lagi kecelakaan lalulintas di tol Semarang-Solo.
Sebagaimana di ketahui, selama dua hari ini ada 11 nyawa melayang di tol yang ada di Boyolali.
8 korban meninggal dunia di KM 487 A, dan 3 korban meninggal dunia di KM 472 A.
"Patroli ini untuk mengantisipasi terjadinya Laka lantas kembali terutama di jalan Tol," jelasnya.
Patroli ini tak hanya dilakukan setelah kecelakaan yang terjadi Sabtu Sore di wilayah Desa Ngampon, Kecamatan Ampel, Boyolali ini saja.
Pihaknya akan terus melakukan patroli, terutama di jam-jam kritis.
Mata lelah pengemudi kerap terjadi mulai pukul 02.00 dini hari hingga pagi.
Kemudian saat siang pun demikian, biasanya mulai pukul 14.00 hingga buka puasa.
Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Tewaskan Sekretaris BPBD Pasaman, Istri dan Putranya, Putri Bungsu Selamat
Disebut Area Black Link
Kasat Lantas, AKP M. Herdi Pratama, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi berulang kali menyampaikan jika tol Semarang-Solo di Boyolali ini masuk wilayah rawan kecelakaan.
"Jalur tol di Boyolali jalur tengkorak saya bilang. Black link. Biar apa, biar orang tau, kalau saya masuk Boyolali saya harus lebih hati-hati, saya cek semua kesiapan saya, baik kendaraan maupun fisiknya saya," tegas Herdi.
Untuk diketahui, black link berarti ruas jalan di tol yang termasuk dalam kategori paling rawan kecelakaan.
Black link adalah area pada ruas tertentu yang patut diwaspadai pengendara.
Polisi melanjutkan,Boyolali merupakan area lelah bagi pengemudi.