TRIBUNWOW.COM - Rusia mengatakan pihaknya menghentikan pasukan Ukraina dalam serangan di Bakhmut, Kamis (13/4/2023).
Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, menanggapi hal itu, Ukraina bersikeras masih bisa bertahan.
Bahkan, pasokan amunisi ke Bakhmur masih terbuka dan masih aktif untuk disetori.
Baca juga: Kanada Janjikan Bantuan Militer Baru untuk Ukraina Lebih dari 8 Miliar Dolar, Beri Sanksi ke Rusia
Saat ini Bakhmut menjadi lokasi pertempuran Rusia vs Ukraina yang paling brutal.
Kantor berita AFP tidak dapat memverifikasi status di kota timur tersebut karena kondisinya yang parah.
Selain itu Bakhmut juga menjadi lokasi dengan pertempuran terpanjang dan paling berdarah sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Pasukan Rusia telah bertempur sejak musim panas lalu untuk merebut kota itu.
Dulu kota tersebut memiliki 70 ribu orang papulasi, namun banyak orang yang sudah meninggalkannya.
Baca juga: Amerika Serikat Tuding Rusia Cari Senjata dari Korea Utara Lewat Perantara Pria Asal Slovakia
Tentara Rusia mengatakan pasukan lintas udaranya telah memblokir transfer cadangan tentara Ukraina ke kota dan kemungkinan mundurnya unit musuh.
Juga dikatakan bahwa unit tentara bayaran Wagner sedang bergerak maju di Bakhmut.
Tetapi tentara Ukraina mengatakan kepada AFP bahwa mereka berkomunikasi dengan pasukannya di dalam Bakhmut dan dapat mengirimkan amunisi kepada mereka.
"Ini tidak sesuai dengan kenyataan," kata Sergiy Cherevaty, juru bicara pasukan timur Ukraina, mengacu pada klaim Rusia.
"Kami dapat mengirimkan produk makanan, amunisi, obat-obatan, semua yang diperlukan, dan juga memulihkan luka-luka kami." (TribunWoW.com/ Tiffany Marantika)