TRIBUNWOW.COM - Seloroh Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng saat menjalani Rapat Kerjasama bersama Kementerian Keuangan, Senin (27/2/2023), menjadi perbincangan publik.
Dilansir TribunWow.com, seloroh Mekeng terkait gaya hidup eks pejabat Dirjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo, pun menjadi sorotan.
Dalam selorohnya, Mekeng menyebut tak masalah jika pejabat memakan 'uang haram' jika jumlahnya sedikit.
Namun dalam hal ini, Rafael Alun disebutnya terlalu banyak memakan 'uang haram'.
Baca juga: Tak Pernah Jenguk Mario Dandy di Penjara, Rafael Alun Justru Kepergok Bolak-balik Cek Deposit Box
Dalam kesempatan itu, Mekeng awalnya membahas soal nasib apes Rafael Alun setelah anaknya, Mario Dandy Satriyo (20) terjerat kasus penganiayaan anak petinggi GP Ansor, D (17).
Seperti diberitakan, jumlah harta tak wajar Rafael Alun terbongkar setelah Mario Dandy ditangkap polisi.
"Yang rakyat kesal itu gaya hidup yang tidak wajar, dibuka oleh Tuhan dengan cara itu, anaknya ribut akhirnya orangtuanya yang kena," ungkap Mekeng, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Rabu (29/3/2023).
"Saya bilang sama anak saya, kalau kita makan uang haram kebanyakan akan dibuka Tuhan dengan cara demikian."
Mekeng menilai nasib Rafael Alun kini merupakan balasan dari Tuhan karena terlalu banyak menerima uang haram.
Kendati demikian, Mekeng memaklumi jika ada pejabat yang memakan uang haram dalam jumlah kecil.
Baca juga: Kondisi Terbaru D Korban Penganiayaan Mario Dandy, Bisa Berdiri 20 Menit tapi Belum Kenali Orangtua
"Kebanyakan dia (Rafael Alun) makan uang haramnya itu," jelas Mekeng.
"Kalau makan uang haram kecil-kecil okelah, ini makan uang haram sampai begitu berlebih Tuhan marah."
"Itu standar di dalam nilai hidup, enggak ada juga di dunia ini malaikat tapi jangan jadi setan bener," imbuhnya.
Seloroh Mekeng itu sontak membuat peserta rapat terbahak.
Dalam rapat tersebut, Mekeng juga sempat mengaku tak percaya Rafael Alun memiliki rumah mewah di kawasan Perumahan Simpruk Golf 13, Kecamatan Grogol, Jakarta Selatan.
"Gila ini yang namanya RAT punya rumah di Simpruk, saya dengar ada (harganya) Rp 65 miliar. Saya mikir kapan gua bisa rumah ini, nggak pernah bisa berpikir, bu," guyon Mekeng pada Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Ia turut menyinggung rumah mewah Rafael Alun di daerah Yogyakarta.
"(Rafael Alun) punya rumah di Yogya, begitu hebat. Gila," tutupnya.
Baca juga: Temukan Rp 500 Miliar Transaksi Janggal terkait Rafael, PPATK Bekukan Rekening Keluarga Mario Dandy
Rafael Alun Kepergok Cek Deposit Box
Di sisi lain, sebelumnya, mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo diklaim telah berkali-kali mengecek deposit box atau tempat penyimpanan hartanya di sebuah bank.
Padahal, Rafael maupun keluarga lain sama sekali tak pernah menjenguk anaknya, Mario Dandy Satriyo (20) yang mendekam di penjara.
Dilansir TribunWow.com, deposit box tersebut rupanya berisi uang pecahan dolar Amerika yang nilainya mencapai puluham miliar.
Sebagaimana diketahui, Mario Dandy telah mendekam di dalam sel selama 20 hari setelah ditetapkan tersangka.
Ia ditangkap lantaran menjadi pelaku penganiayaan terhadap D (17), putra pengurus GP Ansor yang hingga kini masih terbaring koma.
Sementara itu, sang ayah ikut terseret setelah masyarakat ramai menyoroti konten Mario Dandy yang kerap pamer kendaraan mewah.
Apalagi setelah diketahui ayah Mario Dandy yang notabene pejabat pajak, telat bayar pajak mobil Rubicon yang dipakai anaknya.
Baca juga: Viral Netizen Centang Biru Klaim Tahu Sesuatu soal Kasus Mario Dandy, Ayah Korban Tantang Jadi Saksi
Kini, setelah kasus tersebut mencuat hingga berujung pemecatan Rafael, Mario Dandy rupanya sama sekali tak pernah dijenguk keluarganya.
"Belum ada (keluarga yang menjenguk)," terang kuasa hukum Mario Dandy, Dolfie Rompas, dikutip Kompas.com, Senin (13/3/2023).
Selama mendekam di Rutan Polda Metro Jaya, Mario Dandy pun tak mengetahui kondisi orangtuanya.
Termasuk, soal Rafael Alun yang kini menjadi bulan-bulanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kepemilikan harta fantastis.
Selain itu, Rafael Alun juga telah dipecat Kementerian Keuangan sebagai ASN di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
"Mungkin kurang paham ya (Mario tentang masalah Rafael), soalnya kan di dalam (tahanan) kan tidak ada alat komunikasi," terang Dolfie dikutip TribunJakarta.com.
Ia pun tak menjelaskan apakah tim kuasa hukum akan memberitahu masalah Rafael Alun pada Mario Dandy.
Dolfie hanya mengatakan pihaknya kini masih fokus mendampingi Mario Dandy dalam kasus penganiayaan D.
Baca juga: Ungkit Detik-detik Mario Dandy Aniaya D, Pengacara Korban Tak Terima AGH Dicap Anak Polos dan Lugu
"Kami kan hanya fokus kepada proses pendampingan saja yang terkait dengan pemeriksaan dari penyidik. Tidak mengurus hal-hal itu," imbuh Dolfie.
Di sisi lain, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan Rafael terpantau sudah berkali-kali melakukan perjalanan ke sebuah bank untuk mengecek deposit box miliknya.
“Beberapa hari sudah bolak-balik tuh dia ke berbagai deposit box. Terus pada suatu pagi, dia datang ke bank membuka itu, langsung diblokir PPATK,” beber Mahfud MD dikutip Kompas.com, Minggu (12/3/2023).
Adapun setelah melakukan pemblokiran, PPATK menemukan adanya uang sebesar Rp 37 miliar yang disimpan dalam pecahan mata uang dolar AS.
Temuan ini pun telah dilaporkan oleh Mahfud MD ke pihak KPK untuk didalami. (TribunWow.com)