Versi Warga
Sebelumnya Ketua RT 61, Purwoko sempat menyampaikan ada ormas yang beberapa kali mendatangi Sasana Adhi Rasa meminta agar patung Bunda Maria ditutup terpal.
“Sebelumnya ada ormas datang 17 Maret 2023. Permintaan ormas agar patung ditutupi sebelum Ramadhan. Kemarin datang lagi tanggal 22 dan patung ditutupi oleh pihak pemilik sasana," kata Purwoko.
Berdasarkan keterangan Purwoko, awalnya warga setempat tidak mengizinkan dibangunnya kuburan keluarga hingga akhirnya disetujui bahwa makam hanya boleh untuk suami istri pemilik kompleks.
Baca juga: Viral Kembalikan Dompet Hotman Paris Isi Rp 70 Juta, Edi Sonjaya Kini Direkrut sang Pengacara
Sebelum penutupan patung, warga setempat sempat meminta agar patung yang ada di Sasana Adhi Rasa tidak mencolok.
“Harapan warga, patung itu jangan mencolok. Mungkin digeser karena (patung) dekat dengan tempat ibadah lain. Kalau bisa digeser. Tidak mencolok, gitu saja. Kalau kuburan akhirnya disetujui, tapi hanya untuk suami istri itu saja,” kata Purwoko.
Purwoko menjelaskan, saat itu warga dan pihak Sasana Adhi Rasa telah mencapai kesepakatan namun masih ada segelintir warga yang tidak puas.
“Ada segelintir masyarakat, segelintir ya, yang tadinya sudah adem, tapi hatinya belum tenteram sehingga suara hati itu ditangkap ormas,” kata Purwoko.
Versi Polisi
Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini mengatakan patung Bunda Maria itu terletak di sebuah rumah doa kawasan Degolan, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo.
Penutupan patung Bunda Maria pun merupakan pemilik rumah doa tersebut.
Menurut Fajarini, rumah doa itu belum resmi dibuka untuk umum lantaran sang pemilik belum selesai mengurus dan bersosialisasi dengan masyarakat.
"Oleh karena itu dari pemilik yang kebetulannya domisilinya berada di Jakarta, menyampaikan ke adik kandungnya, untuk sementara di rumah doa tersebut ada patung Bunda Maria, untuk sementara ditutup dengan menggunakan terpal," ujar Fajarini, dikutip dari akun Instagram @polresKulon Progo.
"Inisiatif penutupan dengan terpal tersebut adalah dari pemilik rumah doa."
Fajarini lantas membantah narasi video yang beredar menyebut adanya ketidakrukunan antar agama.