TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian sampai saat ini masih terus mendalami viral kasus pembacokan yang menewaskan seorang siswa SMK di Bogor berinisial AS (16).
Video pelaku membacok korban sempat viral tersebar di media sosial (medsos) yang diketahui berlokasi di lampu merah Simpang Pomad, Kecamatan Bogor Utara, Jumat (10/3/2023).
Dikutip TribunWow dari Kompas, ibu korban yakni Kusmiati masih mengingat persis apa yang dikatakan oleh dokter saat tiba di rumah sakit.
Baca juga: Ternyata Disembunyikan Seseorang, Viral Pelaku Pembacokan Pelajar di Bogor Akhirnya Ditangkap Polisi
"Pas tahu kabar itu, kita keluarga kaget, nyesek kena dada pas dikasih tahu. Kita datang ke rumah sakit dan dokter sampai bilang kalau enggak kuat jangan masuk soalnya AS sudah enggak ada. Saya lihat banyak darah netes," kata Kusmiati, Senin (13/3/2023).
Tetangga korban mengenal AS sebagai sosok anak yang baik hati dan berbakti kepada orangtuanya.
Kusmiati bercerita, AS sempat menyampaikan memiliki cita-cita ingin segera bekerja seusai lulus untuk membantu perekonomian keluarganya.
"'Mesin cuci kita sudah rusak ya, Bu. Ya sudah, nanti dibeliin ama dedek, entar dibeliin'," ujar Kusmiati menirukan ucapan AS.
"'Nanti kalau saya udah lulus SMK, ibu enggak usah jualan lagi, biar dedek (AS) aja yang ngurus semua (keuangan)," ucap Kusmiati tersedu-sedu.
Selain dikenal sebagai anak baik, AS juga tidak pernah terlibat hal-hal kriminal di lingkungan rumah ataupun sekolah.
Keluarga juga meyakini mustahil AS terlibat tawuran atau keributan melawan sekolah lain.
Baca juga: Terekam Dashcam, Viral Detik-detik Siswa SMK di Bogor Tewas Dibacok, Korban Sempat Pegangi Pipi
Dikutip TribunWow dari Tribunnewsbogor, saat ini total ada dua pelaku yang sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.
"Sudah kita tangkap saat ini sudah dua orang," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2023).
Kedua pelaku diketahui ditangkap di luar Kota Bogor.
Pihak kepolisian sendiri menyampaikan masih terus mendalami peran masing-masing pelaku.
"Kita sedang kembangkan. Mohon waktu. Untuk perkembangan info menyusul," terangnya.