Wes ora usah ono tagar ebes stay malah bingung, tagar itu psis juara tahun ini iki seneng aku mas,
(Loh kok ebesstay, kan kalau stay nanti tidak maju-maju dong mas, makanya aku muter ini loh, aku sudah di pinggir laut sabah, itu ada mas @herisasongko67 yang mengawal PSIS mewakili aku 30 persen, anaknya penurut dari kecil, aku jamin dia pasti penurut.
Sudah tidak usah ada tagar ebes stay, malah bingung, tagar itu PSIS juara tahun ini kan senang aku mas, -red)," tulis Junianto.
Sindiran tersebut yang kembali disuarakan oleh Snex-Panser Biru menyusul kekalahan telak 1-6 dari Borneo FC.
Hal itu dapat dilihat dari unggahan terkini hasil akhir laga Borneo FC kontra PSIS Semarang, Minggu (12/3/2023).
"Klup iki angel dijak maju," tulis @tabahbayuprahara.
"jadi inget kata orang yang dulu pernah di manajemen tapi sekarang udah keluar, "klub ini susah diajak maju" suwun," tulis @memepsis.semarang.
"Klup iki angel dijak maju," tulis @tabahbayuprahara.
"Bukan salah pelatih, Yoyok yang harus di evaluasi," tulis @riskiandisvi.
"Ebes in," tulis @paijo_belajar_tobat.
"Ayo balek di sambut, di arak muter semarang sedino, sejarah iki patut dirayakan 3hari 3 malam," tulis @febriyanzafran92.
"Seng di evaluasi kwi @yoyok_sukawi @wliluk," tulis @difaeng.
"Selama dicekel partai biru beserta koloninya, ojo ngarep iso bersaing papan atas. Selamane bakal dadi tim genep-genep peserta Liga 1 . Iyo si 2005/2006 iso mlebu final, tapi kan ono dana bantuan APBD. Lha wingi ono dana bantuan investor malah disia-siakan," tulis @pesonapsis.
Menarik dinantikan evaluasi apa yang pada akhirnya diambil manajemen dan tim pelatih PSIS Semarang menyusul kekalahan telak 1-6 dari Borneo FC.
Ryo Matsumura Bisa Jadi Opsi PSIS Semarang