Berita Viral

Viral Ahmad Munasir Dosen UII Akhirnya Ditemukan, Akui Pindah Rute dan Terancam Sanksi Indisipliner

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP) yang dinyatakan hilang seusai menghadiri kegiatan mobilitas global di University of South-Eastern Norway (USN). Terbaru, Ahmad Munasir akhirnya berhasil dihubungi dan menjelaskan posisi serta alasannya mengubah rute, Jumat (24/2/2023).

TRIBUNWOW.COM - Setelah sempat menjadi pemberitaan dan menggegerkan masyarakat Indonesia, hilangnya dosen Universitas Islam Indonesia (UII), Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP) menemui titik terang.

Dilansir TribunWow.com, pihak UII telah berhasil berkomunikasi dan mengetahui keberadaan Ahmad Munasir.

Karena sikap dosen muda tersebut, UII pun berkomitmen untuk memberikan sanksi indisipliner setelah melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Terungkap Keberadaan Terkini Ahmad Munasir Dosen UII yang Diduga Hilang, Polisi: 8 Kali ke Amerika

Kabar gembira ini disampaikan oleh pihak kampus melalui laman resminya uii.ac.id, Jumat (24/2/2023).

Setelah berhasil melacak keberadaan Ahmad Munasir yang masuk ke Amerika Serikat melalui Boston, akhirnya dosen yang dikabarkan hilang tersebut membalas email kampus.

Dalam penuturannya, Ahmad Munasir mengakui dirinya melakukan perpindahan rute yang seharusnya kembali ke Indonesia, namun justru ke Amerika.

Ahmad Munasir Rafie Pratama, dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dikabarkan hilang di Norwegia. Universitas Islam Indonesia (UII) mengirim surat kepada Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia untuk menerbitkan Yellow Notice terkait hilangnya dosen Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP). (Instagram @poladjogja)

Baca juga: Diduga Bukan karena Gempa Turki, Viral Hilangnya Dosen UII Ahmad Munasir Kini Dilacak KJRI Istanbul

Perpindahan tersebut dilakukan karena ada alasan kesehatan yang tak dijelaskan oleh Ahmad Munasir.

Ia pun meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi hingga membuat gempar pihak kampus maupun masyarakat.

Berikut bunyi pernyataan resmi dari UII yang ditandatangani oleh rektor UII Fathul Wahid pada Jumat (24/2/2023) pukul 16.30 WIB.

"Akhir Cerita Pelacakan AMRP & Sikap UII

1. UII bersyukur karena upaya pelacakan keberadaan AMRP yang hilang kontak telah membuahkan hasil. AMRP telah membalas korespondensi email yang dikirimkan UII.

2. UII telah mencermati alasan kondisi kesehatan AMRP yang menjadi penyebab pengalihan rute penerbangan ke Amerika Serikat dan disampaikan melalui penjelasan AMRP di dalam balasan email.

Pesan yang diterima UII dari AMRP juga termasuk permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari AMRP kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika UII atas kegaduhan yang muncul di publik terkait permasalahan ini.

3. UII mendoakan semoga AMRP lekas mendapatkan kembali kesehatan yang prima. UII akan memberi pendampingan dan dukungan layanan kesehatan bagi AMRP, apabila diperlukan.

4. UII sebagai organisasi publik yang mengedepankan nilai-nilai tata kelola yang baik memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh sivitas berdasar pada regulasi yang berlaku di UII.

Tindakan AMRP mengalihkan perjalanan ke Amerika Serikat tanpa pemberitahuan kepada UII sejak 12 Februari 2023 patut diduga sebagai tindakan indisipliner karena telah meninggalkan tanggung jawab yang menyebabkan dampak terhadap tata laksana organisasi.

Untuk melakukan verifikasi atas dugaan tersebut UII akan membentuk tim berdasarkan regulasi yang berlaku di UII.

5. Sekali lagi, UII mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu penelusuran dan pengungkapan kasus ini, terutama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI, KJRI New York, KBRI Oslo, KJRI di Istanbul, KBRI Ankara, KBRI Riyadh, PP Muhammadiyah, National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, dan semua pihak yang tidak mungkin kami sebut satu per satu.

6. UII berharap, rilis media ini dapat mengakhiri spekulasi yang berkembang di tengah publik."

Baca juga: Bukan Hilang, Dosen UII Ahmad Munasir Terlacak di Boston Amerika Serikat, Diduga Mengubah Rute

Kronologi

Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP), dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, diduga hilang setelah mengikuti kegiatan mobilitas global di University of South-Eastern Norway (USN).

Ia berkunjung bersama empat orang dari tim UII, termasuk Rektor UII Fathul Wahid sejak 5 sampai 12 Februari 2023.

Untuk menemukan Ahmad, pihak UII telah mengirim surat kepada Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia untuk menerbitkan Yellow Notice.

"Kami juga mengajukan permohonan perlindungan AMRP melalui Pelayanan dan Perlindungan WNI di Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri RI, dan mengirimkan surat kepada Sekretaris NCB-Interpol Indonesia untuk menerbitkan Yellow Notice untuk pencarian orang hilang," papar Fathul Wahid dikutip Tribunnews.com, Minggu (19/2/2023).

Adapun perjumpaan terakhir Fathul dengan Ahmad adalah saat malam 11 Februari 2023 ketika masih berada di Oslo, Norwegia.

"Setelah sepekan di USN, pada 12 Februari 2023, tim meninggalkan Norwegia melalui bandara Oslo. Saya berjumpa AMRP terakhir di Oslo pada malam 11 Februari 2023," lanjutnya.

Baca juga: Kapal Kargo Berbendera Malaysia Hilang Selama 10 Hari, Terakhir Terpantau di Perairan Indonesia

Setelah itu, tim terbagi ke tiga penerbangan berbeda di mana Ahmad yang sendirian, hendak kembali ke Indonesia melalui jalur Oslo-Istanbul-Riyadh-Istanbul-Jakarta.

Perjalanan ke Riyadh dilakukan lantaran ada sebagian tiket yang dibayar panitia konferensi di Arab Saudi yang mengharuskan rute tersebut.

Ahmad sempat mengirim kabar terakhir pada istrinya beberapa saat ketika menunggu pesawat yang akan membawanya ke Istanbul, Turki di tanggal 12 Februari 2023.

"AMRP mengirimkan pesan terakhir kepada istrinya pada 12 Februari 2023 siang, beberapa saat sebelum menaiki pesawat ke Istanbul yang berbunyi: 'Menunggu boarding'," ucap Fathul.

Sejak saat itu, Ahmad tak bisa lagi dihubungi baik melalui pesan telepon maupun kanal daring lainnya.

Baca juga: Heboh Wanita Lapor Suaminya Hilang, Ternyata Masih Pacaran, si Pria Sembunyi karena Sering Dipukuli

Lantaran Ahmad yang seharusnya sudah sampai di Indonesia pada tanggal 16 Februari 2023 tak juga kelihatan, pelacakan pun mulai dilakukan.

Penelusuran menujukkan ada jejak digital terakhir di Turki pada 13 Februari 2023 sekitar pukul 03.00 dan 08.00 waktu setempat.

"Saat ini, pihak UII masih menunggu informasi dari kantor Turkish Airline di Jakarta untuk membantu memastikan kota persinggahan terakhir," tandas Fathul.

Dikutip dari TribunJogja.com, pihak UII mengimbau agar para pihak yang memiliki informasi soal keberadaan Ahmad agar menghubungi nomor WhatsappHumas UII 0821 3173 7773. (TribunWow.com)

Berita terkait lainnya