Anak Pejabat Pajak Aniaya Remaja

Bukan sang Pacar, Sosok Ini yang Provokasi Mario Dandy Aniaya Anak Pengurus GP Ansor hingga Koma

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mario Dandy Satriyo (20), anak pejabat Kanwil DJP Jakarta Selatan, yang menganiaya pemuda bernama DA (17), dihadirkan saat Polres Metro Jakarta Selatan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus ini, Rabu (22/2/2023). Terbaru, polisi membongkar sosok yang memprovokasi Mario Dandy hingga secara brutal menganiaya DA.

Setelah menemui korban, Mario sempat memintanya push up sebanyak 50 kali.

Namun saat itu korban menolak.

Mario kemudian memaksa korban melakukan 'sikap tobat'.

Bahkan, saat itu Shane turut diminta memperagakan 'sikap tobat' di hadapan korban.

Karena korban tak bisa melakukannya, amarah Mario pun tersulut.

Ia lantas menganiaya korban secara membabi buta.

Mario disebut sempat menendang dan memukul area vital korban.

"Telah terjadi kekerasan terhadap D dengan cara menendang kepala beberapa kali," ujar Ade Ary.

"Kemudian, (Mario) menginjak kepala beberapa kali dan juga menendang perut, kemudian memukul kepala ketika korban berada pada posisi push up."

Baca juga: Sebelum Dianiaya Mario Dandy, Anak Pengurus GP Ansor Sempat Disuruh Push Up 50 Kali dan Sikap Tobat

AGH Justru Bantu Korban

Pihak kepolisian membantah isu liar yang menyebut AGH (15) berfoto selfie dengan korban DA (17) yang sudah terkapar.

Dilansir TribunWow.com, AGH rupanya justru ingin menolong sang mantan pacar yang dianiaya kekasih barunya, Mario Dandy Prasetiyo (20).

Ia membantu memegangi kepala DA karena diminta oleh ibu dari rekan korban, N, yang berusaha menyelamatkannya.

Diketahui, penganiayaan terjadi di dekat rumah teman DA, kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2023).

Dalam, video yang beredar, Mario Dandy tampak menendang bagian kepala korban secara keras berkali-kali.

Halaman
123