Tiga menit kemudian, giliran Bhayangkara FC memberi ancaman ke gawang Persija Jakarta.
Alex dan Martins Mier mengacak-acak kotak pertahanan Tim Macan Kemayoran.
Alex mengirimkan umpan kepada rekannya yang berada di sisi kiri dalam kotak penalti Persija Jakarta Ruben Sanadi.
Sayang Ruben Sanadi gagal memanfaatkan peluang menjadi gol karena sepakannya masih melambung tinggi di atas mistar.
Pada menit ke-13, Bhayangkara FC kembali membahaykan gawang Persija Jakarta melalui skema serangan balik.
Dendy Sulistyawan berdiri bebas di sisi kanan pertahan Persija Jakarta lalu mengirmkan umpan silang kepada dua rekannya, Mier dan Alex yang berada dekat dengan Andritany.
Namun umpan Dendy terlalu deras sehingga gagal digapai dua rekannya tersebut.
Gol!!! Persija Jakarta unggul 1-0 di menit ke-19 melalui sepakan Hanno Behrens.
Hanno Behrens berhasil menjebol gawang Bhayangkara FC seusai memanfaatka bola reboun seusai Awan Setho gagal menepis tandukan Michel Krmencik dengan baik.
Michel Krmencik hampir menggandakan keuggulan Persija Jakarta menjadi 2-0 di emnit ke-25.
Namun striker bertubuh jangkung tersebut gagal mencatatkan namanya di papan skor karena berada di dalam posisi offiside sebelum menyarangkan bol ke jala gawang Bhayangkara FC.
Bhayangkara FC dan Persija Jakarta terus saling jual beli serangan hingga mnenit ke-40.
Terlebih Bhayangkara FC yang tampil ngotot untuk menjebol gawang Persija Jakarta dan menyamakan kedudukan.
Di menit ke-43, Bhayangkara FC tampil menekan dan mengobrak-abrik lini belakang Persija Jakarta.
Sayang, langkah mereka terhenti setelah Sani Rizki melakukan pelanggaran terhadap Hansamu Yama di dalam kotak penalti Persija Jakarta.