Seusai buang air kecil, korban pergi ke wastafel untuk cuci tangan.
Namun setelah itu korban sempat saling tatap dengan pelaku dan merasa terhipnotis hingga mengikuti pelaku ke dalam bilik kamar mandi.
Di dalam bilik, korban dipaksa membuka celana dan pelaku menggerayangi area sensitif korban.
Korban juga dipaksa melakukan hal serupa terhadap pelaku.
Seusai pelaku puas, ia meminta korban untuk keluar satu per satu.
Korban sempat terdiam di dalam bilik ketakutan sebelum akhirnya memberanikan diri melapor kepada orangtuanya.
Sang ayah korban yang ternyata berprofesi sebagai pengacara langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak keamanan bandara alias aviation security (avsec) Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pelaku akhirnya diamankan pada keesokan harinya. (TribunWow.com/Anung)