Begitupun daerah Yogyakarta yang mayoritas mendukung Ganjar meski tak mutlak seperti di Jawa Tengah.
"Kalau Jateng masih 'Kandang banteng' (PDIP) dan Ganjar unggul (dengan keterpilihan) sebesar 56,6 persen, sedangkan Prabowo 30,1 persen, dan Anies 10,8 persen," kata Gema dikutip Kompas.com, Sabtu (14/1/2023).
Baca juga: Ganjar Pranowo Seolah Tak Dianggap saat HUT ke-50 PDIP, Pengamat Sebut Kans Nyapres: Harus Tahu Diri
Sementara itu, hasil survei di Jawa Barat menunjukkan keterpilihan Prabowo mencapai hingga 54,8 persen.
Sedangkan Anies mendapat suara hingga 24,8 persen, dan Ganjar dengan suara 13,2 persen.
Hal ini membuktikan bahwa Jawa Barat masih menjadi basis Prabowo untuk mendulang suara.
"Dugaan Anies (Baswedan) yang katanya menggerus kantong suara Prabowo di tanah Parahyangan (Jabar) ternyata belum terbukti," ujar Gema.
"Dari hasil (survei) LSN, justru warga Jabar masih loyal memilih Prabowo serta partainya (Gerindra)."
Di sisi lain, Prabowo dan Ganjar diprediksi akan bersaing untuk memperoleh suara di Jawa Timur.
"Jatim tampaknya tetap akan menjadi medan pertempuran paling keras bagi para capres, terutama Prabowo dan Ganjar," ucap Gema.
"Jika koalisi Gerindra dan PKB terus berlanjut, serta Prabowo didampingi cawapres yang disukai Nahdiyin, bisa jadi Prabowo akan menang di Jatim sekaligus secara nasional."
Sebelumnya, Ganjar juga menduduki posisi tertinggi elektabilitas kandidat Capres 2024 dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia.
Dalam hasil simulasi 3 nama capres, Ganjar mendapat jumlah suara sebesar 35, 8 persen.
Sementara, Anies berada di urutan kedua dengan perolehan 28,3 persen.
Posisi ketiga diduduki oleh Prabowo yang mendapat hasil suara sebesar 26,7 persen.
"Ini tiga nama, Anies, Ganjar, Prabowo. Ini polanya," ucap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, dikutip Kompas.com, Rabu (4/1/2023).