Ketika korban tewas, sang ibu menghubungi nenek korban yang tinggal di Pulogebang, Cakung.
Kala itu pelaku berniat mengubur korban di kawasan Pulogebang.
Namun warga sekitar curiga melihat jasad korban yang penuh luka.
Pelaku sempat membohongi warga bahwa korban tewas karena kecelakaan.
"Laporan dari masyarakat kita datangi. Sehingga penguburan ditunda. Sudah kita bawa ke rumah sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk diautopsi. Tanda kekerasan pada sekujur tubuh," tutur Syarifah. (TribunWow.com/Anung)