TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia diprotes gara-gara ulah yang dilakukan oleh kelompok tentara bayaran asal Rusia yakni Grup Wagner.
Grup Wagner menyebarkan iklan mencoba merekrut tentara bayaran di Serbia yang merupakan negara tetangga Rusia.
Dikutip TribunWow dari bbc, kegiatan Grup Wagner ini tidak disambut baik oleh pemerintah Serbia.
Baca juga: Pimpinan Tentara Muslim Ramzan Kadyrov Protes Rusia Larang Prajurit Chechnya Tumbuhkan Jenggot
Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengutarakan rasa marahnya lewat saluran televisi nasional.
"Mengapa Anda dari Wagner merekrut orang dari Serbia ketika Anda tahu itu bertentangan dengan aturan kami?" ujar Vucic.
Grup Wagner diketahui telah menyebarkan video ajakan bergabung kepada warga Serbia.
Di dalam video tersebut Grup Wagner mengklaim telah berhasil merekrut beberapa sukarelawan dari Serbia yang sedang menjalani latihan untuk kemudian membantu pasukan militer Rusia berperang di Ukraina.
Serbia sendiri selama ini termasuk negara yang netral dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Beberapa kali Serbia mengecam serangan Rusia ke Ukraina.
Serbia juga mengakui bahwa Crimea dan Donbas adalah teritorial Ukraina.
Namun Serbia juga enggan memberikan sanksi ekonomi kepada Rusia seperti yang dilakukan oleh negara-negara barat.
Pada Kamis (19/1/2023), sejumlah pengacara bersama kelompok anti perang melakukan komplain terhadap Kedutaan Besar Rusia di Serbia atas apa yang dilakukan oleh Grup Wagner.
Di Belgrad yang merupakan Ibu Kota Serbia, terlihat ada mural provokatif yang mengglorifikasi Grup Wagner serta mendorong warga untuk ikut bergabung menjadi tentara bayaran.
Apa yang dilakukan oleh Grup Wagner di Serbia telah mendapat dukungan dari kelompok ekstremis sayap kanan pro Rusia di Serbia bernama Patroli Rakyat.
Baca juga: Pengakuan Komandan Wagner Rusia yang Kabur dari Perang Ukraina, Ungkap Kekejaman di Medan Perang
Nasib Napi Rusia yang Jadi Tentara Bayaran