TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia telah mengajak Ukraina untuk melakukan perdamaian sementara mulai dari Jumat (6/1/2023) siang hingga Sabtu (7/1/2023) malam.
Presiden Rusia Vladimir Putin berdalih, perdamaian sementara dilakukan untuk memberikan waktu bagi para umat Kristen Ortodoks untuk merayakan natal.
Dikutip TribunWow dari bbc, namun Ukraina meragukan niat baik Rusia tersebut.
Baca juga: Media Inggris Sorot Kecerobohan Pasukan Putin Sebabkan Hampir 100 Tentara Rusia Tewas dalam Sehari
Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba mengungkit bagaimana Rusia sebelumnya justru melakukan serangan ke Kherson menjelang hari raya natal umat kristiani pada 25 Desember 2022 lalu.
Kuleba meragukan Rusia bersungguh-sungguh melakukan gencatan senjata demi merayakan hari raya keagamaan.
BBC mengaitkan permintaan damai Rusia dengan narasi pemerintah Moskow terhadap masyarakatnya.
Media asal Inggris ini meihat Rusia berupaya terus menjaga citranya di masyarakatnya sebagai pihak yang baik, sedangkan Ukraina dan negara-negara barat sebagai sosok penjahat.
BBC juga menduga Rusia mencoba memanfaatkan tawaran damai sementara ini untuk memperburuk citra Ukraina jika Ukraina menolak untuk berdamai memberikan ruang dan waktu bagi kaum beragama merayakan hari rayanya.
Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak menilai tawaran damai dari Rusia hanyalah propaganda Rusia.
Sebelumnya diberitakan, dalam waktu dekat ini di tahun 2023, konflik antara Rusia dan Ukraina akan berakhir.
Prediksi ini disampaikan oleh mantan pimpinan pasukan militer NATO, Jenderal Hans-Lothar Domrose.
Dikutip TribunWow dari rt, Domrose menyatakan akan tiba saatnya di mana Rusia dan Ukraina saling menyadari bahwa konflik tidak bisa terus dilanjutkan.
Baca juga: Kekayaan Turun Drastis, Begini Nasib Para Konglomerat Ukraina seusai Rusia Datang Menyerang
Domrose memprediksi konflik akan menemui jalan buntu di awal tahun 2023 ini.
Domrose mengungkapkan prediksi di sebuah media cetak di Jerman pada Minggu (1/1/2023).
Menurut Domrose, ketika konflik telah sampai di jalan buntu, Rusia dan Ukraina akan sama-sama merasa perang tidak bisa terus berlangsung.