"Ini mereka bikin acara syukuran hadir juga," imbuhnya.
Sang rekan, Lukman Hakim, mengaku terkesan lantaran Anies bisa memenuhi undangannya.
Ia bersyukur sang kawan yang dikenal saat berkulian di UGM bisa menyempatkan hadir di tengah kesibukannya.
"Ya ini kan saya mantu. Mas Anies sama saya teman lama kemarin ngundang beliau, eh, kok hadir. bisa hadir Alhamdulillah hadir. Kalau tidak hadir tidak apa-apa karena sibuk banget," tutur Lukman.
Ia kemudian menanggapi adanya penolakan terhadap Anies yang dilakukan sekelompok orang.
Menurut Lukman, protes semacam ituwajar terjadi di tengah suasana politik saat ini dan merupakan bentuk demokrasi dalam berpendapat.
"Dimana-mana terjadi seperti itu. Itu menurut saya dalam kompetisi kita di politik praktis banyak terjadi seperti itu," terang Lukman.
"Penolakannya pengalaman saya di beberapa tempat memang by design."
"Tapi prinsipnya kalau saya Mas Anies biasa saja. Demokrasi orang boleh tidak sepakat boleh tidak suka. Dibiarkan saja kita tidak punya kekuatan melarang."
Baca juga: Elit PDIP Ramaikan Isu NasDem Kena Reshuffle Kabinet Jokowi, Pengamat Sebut Gara-gara Anies Baswedan
Basis Suara Anies dan Ganjar Versi Survei Poltracking
Menurut hasil survei Poltracking, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menduduki tingkat tertinggi dalam Pilpres 2024.
Dilansir TribunWow.com, keduanya diprediksi akan berhadapan secara head to head dan bersaing langsung untuk menduduki jabatan presiden.
Hal ini diungkap Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR yang menelurkan analisa berdasar hasil survei Poltracking terbaru.
Baca juga: Gaya Keren Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo hingga Anies Baswedan Hadiri Pernikahan Kaesang dan Erina
Survei tersebut mengusung nama tiga kandidat presiden, yakni Ganjar, Anies, dan menteri pertahanan Prabowo Subianto.
Namun, Prabowo dinilai kurang berpotensi mendulang suara tinggi lantaran tren elektabilitasnya cenderung menurun.