Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Temukan Asal Bom Surat ke Kedutaannya di Berbagai Negara, Diduga Dikirim Pihak Profesional

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepolisian Spanyol berjaga di sekitar Kedutaan Ukraina di Madrid, Spanyol yang sempat dilaporkan mengalami ledakan pada Rabu (30/11/2022).

TRIBUNWOW.COM - Pihak Ukraina menemukan asal paket-paket berbahaya yang dikirim ke Kedutaan Besar mereka di berbagai negara.

Dilansir TribunWow.com, Menteri luar negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengklaim paket tersebut memiliki alamat pengirim yang sama, yakni dari dealer Tesla di Jerman.

Kuleba menambahkan bahwa 31 kedutaan dan konsulat Ukraina di 15 negara telah menerima paket tersebut.

Baca juga: Baru Perbaiki Pembangkit Listrik, Ukraina Kini Kembali Gelap setelah Dihujani 70 Rudal Rusia

Dilaporkan BBC, Kamis (8/12/2022), paket tersebut dikirim dari kantor pos tanpa pengawasan dan sang pengirim sangat berhati-hati untuk menyembunyikan identitas mereka.

Keamanan ditingkatkan setelah paket pertama yang berisi bom rakitan dan sejumlah paket berisi bagian tubuh hewan dikirim minggu lalu.

Ukraina mengatakan bahwa paket berdarah yang berisi mata binatang telah dikirim ke delapan kedutaan di Eropa, tetapi sejak itu lebih banyak lagi yang mendapat kiriman.

Adapun dealer Tesla yang dimaksud ada di kota Sindelfingen, di barat daya Jerman.

Kondisi ibu kota Ukraina, Kyiv setelah dihantam puluhan rudal Rusia pada Senin (10/10/2022) pagi. (YouTube Al Jazeera English)

Baca juga: Ledakan Terjadi di Kedutaan Ukraina di Spanyol, Bom Rakitan Diselipkan dalam Surat, Rusia Terlibat?

"Biasanya, pengiriman dilakukan dari kantor pos yang tidak dilengkapi dengan sistem pengawasan video," tulis Kuleba di postingan Facebook.

"Penjahat itu juga mengambil langkah-langkah untuk tidak meninggalkan jejak DNA mereka pada paket. Ini, khususnya, menunjukkan tingkat implementasi yang profesional."

Dia mengatakan enam paket dikirim ke Polandia, lima ke Spanyol, empat ke Italia, masing-masing dua ke Portugal, Rumania, Hongaria dan Republik Ceko, dan masing-masing satu ke Austria, Vatikan, Denmark, Kazakhstan, Belanda, AS, Prancis. dan Kroasia.

Serangan terbaru terjadi dalam dua hari terakhir, menyusul ledakan bom surat di kedutaan Ukraina di Madrid seminggu lalu.

Dilaporkan ada lebih banyak bom yang dikirim ke lokasi lain di Spanyol berhasil dijinakkan.

"Saya tidak ingat ada contoh dalam sejarah bahwa begitu banyak kedutaan dan konsulat dari satu negara menjadi sasaran serangan massal dalam waktu singkat," kata Kuleba.

Dia menambahkan bahwa musuh Ukraina tidak akan dapat mengintimidasinya, dan Kyiv akan terus bekerja untuk kemenangan dalam perangnya melawan Rusia.

Baca juga: Tak Hanya Kedutaan Ukraina, Bom Rakitan Lewat Surat Juga Ancam PM Spanyol, terkait Perang Rusia?

Spanyol Curigai Rusia

Halaman
123