Gempa di Cianjur

Berita Ridwan Kamil: Promosikan Pisodapur, Aplikasi Berisi Informasi Penanggulangan Gempa di Cianjur

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempa di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa, (22/11/2022). Terbaru, Ridwan Kamil meluncurkan aplikasi penanganan gempa Cianjur yang diberinama Pisodapur, Jumat (3/12/2022).

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempromosikan aplikasi web bernama Pisodapur yang digunakan untuk mempermudah penanganan masyarakat terdampak bencana.

Dilansir TribunWow.com, aplikasi tersebut bisa diakses secara bebas dan dapat menampung aduan hingga menyediakan seluruh informasi terkait bencana.

Dalam keterangannya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa aplikasi tersebut dibuat agar bisa membantu koordinasi dan penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Terancam Digugat Apindo Gara-gara UMR, RK Tegas Sebut Berpihak pada Buruh

Melalui akun Instagram pribadinya, @ridwankamil, Jumat (3/12/2022), sang gubernur menjelaskan terkait aplikasi yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.

Aplikasi tersebut dinamai Pisodapur yang merupakan singkatan dari Pusat Informasi Koordinasi Data Gempa Cianjur.

Di dalamnya ditampilkan sejumlah jendela untuk masyarakat terdampak, pengaduan distribusi, relawan hingga dashboard peta.

Masyarakat bisa mengajukan permintaan untuk mendapat bantuan logistik hanya dengan mengisi formulir yang sudah disediakan.

"PUBLIK SUDAH BISA MENGAKSES PISODAPUR,

Untuk semua hal terkait koordinasi berbasis data Gempa Cianjur. Terkait mau butuh apa buat pengungsi dan mau donasi apa bagi donatur. Lengkap dengan laporan foto/videonya.

Pemprov Jawa Barat menghadirkan aplikasi web untuk mempermudah wargi sekalian yang terdampak gempa Cianjur maupun yang ingin membantu," tulis Ridwan Kamil.

Baca juga: Berita Ridwan Kamil, Hibur Pengungsi Gempa Cianjur, RK Adakan Kuis hingga Ajang Pencarian Bakat

Dalam video singkat yang diunggah, diperlihatkan cara-cara penggunaan dan pengisian formulir untuk pengajuan logistik.

Kemudian diperlihatkan juga pemetaan bantuan yang dibedakan dengan warna serta berisi informasi terkait distribusi.

Lewat tulisannya, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dibuat untuk mempermudah penanganan bencana agar tepat sasaran dan efisien.

"Aplikasi web ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi guna menyampaikan aduan, mengajukan bantuan, pendaftaran relawan, dan memperoleh seluruh informasi terkait bencana.

Warga Cianjur sekalian, hayu manfaatkan aplikasi web ini guna menyampaikan informasi maupun menyalurkan bantuan agar lebih tepat sasaran.

Langsung saja ke link ini untuk akses Pisodapur:
pisodapur.jabarprov.go.id atau s.id/pisodapur

Kami terbuka untuk segala macam tanggapan mengenai aplikasi web Pisodapur, hubungi akun official Pisodapur melalui:
WA: 082136115050
Instagram: @pisodapur.jabar
Twitter: @pisodapur_jabar

Semoga bermanfaat, hatur nuhun." tandasnya.

Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Kecam Pengunjung Wisata Bencana Buntut Evakuasi Korban Gempa Cianjur Terkendala

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunggah informasi terkait aplikasi penanganan bencana gempa Cianjur, Jawa Barat yang diberi nama Pisodapur, Jumat (3/12/2022). (Instagram @ridwankamil)

Untuk Atasi Pencegatan Bantuan Gempa Cianjur

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan peringatan kepada para oknum yang mencegat bantuan logistik untuk para korban gempa di Cianjur, Jawa Barat.

Dilansir TribunWow.com, Ridwan Kamil juga meminta para pemberi bantuan untuk melapor terlebih dahulu ke Pendopo Bupati agar mendapat pengawalan.

Selain itu, Ridwan Kamil juga telah menyusun sistem informasi terpadu untuk mempercepat pemerataan bantuan hingga ke desa-desa terpencil.

Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Korban Tewas Gempa Cianjur Capai 268 Jiwa, RK Rinci Kebutuhan 58 Ribu Pengungsi

Sebagaimana diketahui, banyak laporan dari para relawan terkait adanya pencegatan oleh oknum warga di sejumlah jalan.

Selain meminta logistik yang dibawa, para warga tersebut bahkan secara terang-terangan meminta uang.

"Saya sampaikan, satu jangan coba-coba untuk menghadang bantuan pasti ditangkap polisi, Polres Cianjur," kata Ridwan Kamil dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (25/11/2022).

"Dua, kalau butuh bantuan hubungi posko pengungsian terpusat yang terdekat atau datang kesini."

Warga Kampung Kabandungan, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur yang viral karena mencegat mobil bantuan untuk korban gempa. (Tangkapan layar video Twitter)

Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Bantuan Gempa Cianjur Dicegat, RK Bagikan Nomor Hp Kapolda Jabar untuk Laporan

Lebih lanjut, Ridwan Kamil juga menyinggung adanya bantuan dari Malaysia sebesar Rp 750 juta.

"Yang berikutnya yang ingin saya sampaikan adalah kami juga kedatangan Duta Besar Malaysia memberi bantuan Rp 750 juta kurang lebih dari warga Malaysia yang merasakan duka cita untuk masyarakat Cianjur."

Lebih lanjut, dalam konferensi pers di kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat tersebut, Ridwan Kamil menyampaikan adanya sistem Pisodapur.

Sistem tersebut merupakan pendataan terpusat untuk merinci distribusi dan kebutuhan warga korban gempa.

"Kemudian yang terpenting mulai besok kita akan ada pusat data namanya Pisodapur, Pusat Informasi Koordinasi Data Bencana Cianjur, biar gampang diingat," beber Ridwan Kamil.

Menurut Ridwan Kamil, pusat data tersebut nantinya berbentuk peta di mana kebutuhan para korban akan ditandai dengan warna.

Merah sebagai tanda bahwa daerah tersebut sudah masuk dalam laporan, kuning sudah ada tindakan, dan hijau jika daerah dalam peta tersebut sudah menerima bantuan.

Ridwan Kamil juga meminta agar para pemberi bantuan disiplin melapor ke kantor Bupati.

Sehingga, pemerintah bisa memberikan bantuan berupa pengawalan agar tidak terjadi pencegatan di jalan.

"Bagi yang ingin bantu Cianjur lapor dulu di Pendopo Bupati karena ada layanan dikawal polisi supaya nanti titik lokasinya tepat sasaran ke lokasinya aman, kalau mau langsung silakan tapi ada risiko kami tidak bisa antisipasi," tandasnya.(TribunWow.com/Via)

Baca artikel lain terkait