Konflik Rusia Vs Ukraina

Tak Hanya Kedutaan Ukraina, Bom Rakitan Lewat Surat Juga Ancam PM Spanyol, terkait Perang Rusia?

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepolisian Spanyol berjaga di sekitar Kedutaan Ukraina di Madrid, Spanyol yang sempat dilaporkan mengalami ledakan pada Rabu (30/11/2022).

TRIBUNWOW.COM -Spanyol telah meningkatkan keamanan setelah menemukan bahwa sejumlah bom surat telah dikirim ke para pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez.

Dilansir TribunWow.com, seorang pegawai kedutaan Ukraina di Madrid, Spanyol terluka ketika membuka surat berisi peledak, Rabu (30/11/2022).

Diperkirakan bom itu bisa dikaitkan dengan dukungan Spanyol untuk Ukraina yang diserang Rusia, tetapi belum ada hasil penyelidikan lebih lanjut mengenai hal ini.

Baca juga: 3.500 Tentara Rusia dan Keluarganya Hubungi Ukraina, Buat Skema Kelabui Putin agar Bebas dari Perang

Seperti dilaporkan BBC, Jumat (2/12/2022), otoritas terkait mengatakan selain PM, menteri pertahanan termasuk di antara target bom surat tersebut.

Perangkat berbahaya sejenis ternyata juga dikirim ke kedutaan AS.

Pada Kamis sore, kedutaan besar AS di Madrid mengonfirmasi bahwa mereka juga telah menerima paket mencurigakan.

Pihaknya lantas berterima kasih kepada pasukan keamanan Spanyol atas bantuan mereka dalam menanganinya.

Sebelumnya, pemerintah Spanyol sempat mengatakan bahwa alat peledak serupa telah dikirim ke lima target.

Dikatakan sebuah amplop berisi bahan piroteknik telah dikirim ke PM Pedro Sanchez, tetapi berhasil dicegat pada Kamis (24/11/2022), sebelum ada yang terluka.

Perangkat berbahaya ini dikatakan mirip dengan paket yang dikirim ke menteri pertahanan, produsen senjata di Zaragoza, Pangkalan Udara Torrejon dan ke kedutaan Ukraina di Madrid.

Adapun akibat ledakan pada hari Rabu, seorang pekerja laki-laki di kedutaan Ukraina dibawa ke rumah sakit setelah terluka ketika dia membuka bom surat, tetapi Ukraina mengatakan nyawanya tidak dalam bahaya.

Spanyol sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai kemungkinan tindakan teroris, sementara Kyiv menanggapi peristiwa ini dengan memperketat keamanan di kedutaan besarnya di seluruh dunia.

ilustrasi bom ()

Baca juga: Minta Warga dan Tentara Ukraina Bersiap, Zelensky Peringatkan akan Adanya Serangan Baru dari Rusia

Dalam konferensi pers, seorang menteri mengatakan amplop-amplop itu sedang dianalisis, dan kelimanya tampaknya dikirim dari dalam Spanyol.

Sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan bahwa semua perangkat dikirim dalam amplop coklat, dan terdiri dari bubuk mesiu dengan mekanisme pengapian listrik.

Ada spekulasi bahwa bom tersebut terkait dengan dukungan keras Spanyol untuk Ukraina selama perangnya dengan Rusia.

Hal ini dipicu oleh laporan bahwa produsen senjata yang menerima salah satu bom telah membuat peluncur granat untuk pasukan Ukraina.

Menteri Pertahanan Margarita Robles mengeluarkan pesan menantang setelah penemuan paket bahan peledak dengan namanya di atasnya.

Ia mengatakan tidak ada surat atau tindakan kekerasan yang akan menghalangi Spanyol untuk mendukung Ukraina.

Seorang koresponden BBC mengatakan orang-orang di Spanyol terkejut, karena keamanan diperketat di gedung-gedung publik dan pemeriksaan yang lebih ketat pada pesanan pos diperintahkan.

Baca juga: Rusia Bantah Serang Kyiv, Sebut Kerusakan Akibat Ulah Ukraina Sendiri dan Antek Baratnya

Ledakan di Kedutaan Ukraina di Spanyol

Seorang karyawan di kedutaan Ukraina di Madrid, Spanyol, mengalami luka ringan setelah menjadi korban ledakan bom.

Dilansir TribunWow.com, ledakan terjadi saat karyawan tersebut membuka surat yang ternyata berisi bom rakitan.

Insiden ini mendorong pemerintah Ukraina untuk memperingatkan para diplomatnya agar meningkatkan tindakan pencegahan keamanan mereka.

Baca juga: Serang Pembangkit Listrik, Rusia Disebut NATO Pakai Musim Dingin untuk Buat Warga Ukraina Menderita

Belum jelas apakah pihak Rusia yang tengah berperang dengan Ukraina terlibat dalam peristiwa ini.

Oleh Nikolenko, juru bicara kementerian luar negeri Ukraina, mengatakan kedutaan mereka di ibukota Spanyol telah menerima sebuah amplop.

"Saat pemeriksaan, amplop itu meledak di tangan manajer kedutaan," kata Nikolenko dikutip The Guardian, Rabu (30/11/2022).

"Manajer tersebut mengalami luka ringan, dia dirawat di rumah sakit dan menerima bantuan medis yang diperlukan. Nyawanya tidak dalam bahaya."

Disebutkan juga bahwa tidak ada pekerja kedutaan lain yang terluka.

Karyawan tersebut lantas dibawa ke Rumah Sakit Nuestra Señora de América dan dipulangkan tidak lama kemudian.

Menurut Mercedes Gonzalez, perwakilan pemerintah Spanyol di Madrid, surat yang tidak dipindai itu menyebabkan luka kecil di jari manis tangan kanan karyawan tersebut.

Baca juga: Hasil Investigasi PBB Buktikan Kebohongan Rusia, Nyatakan Ukraina Bersih dari Isu Bom Kotor

Kepolisian nasional Spanyol mengatakan mereka menerima telepon dari kedutaan Ukraina pada pukul 13.20 waktu setempat pada hari Rabu.

Telepon tersebut memberi tahu mereka bahwa sebuah surat telah terbakar saat ditangani oleh seorang karyawan.

Petugas dikirim ke kedutaan, yang berada di timur laut Madrid, untuk memasang garis pertahanan di tempat kejadian sementara penjinak bom Tedax bekerja di lokasi.

Detektif, dibantu oleh penyelidik forensik dan intelijen, tengah mendalami insiden tersebut dan penyelidikan lebih lanjut akan dipimpin oleh pengadilan pidana tertinggi Spanyol, Audiencia Nacional.

Kantor berita negara Spanyol, Efe, mengutip sumber polisi yang tidak disebutkan namanya mengatakan surat itu berisi bahan peledak rakitan dan telah ditujukan kepada duta besar tetapi dibuka oleh seorang penjaga keamanan di taman kedutaan.

Dmytro Kuleba, menteri luar negeri Ukraina, mendesak semua kedutaan negara untuk memperketat langkah-langkah keamanan.

Pemerintah Ukraina juga mendesak rekan-rekan Spanyolnya untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk menyelidiki serangan itu.

"Siapa pun yang bertanggung jawab tidak akan berhasil mengintimidasi diplomat Ukraina atau menghentikan pekerjaan sehari-hari mereka untuk memperkuat Ukraina dan melawan agresi Rusia," tegas Kuleba.(TribunWow.com/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina