Dikutip TribunWow dari skynews, Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris alias FA yakni Mark Bullingham menegaskan siap dikenakan sanksi terkait keputusan mempromosikan simbol LGBT.
Baca juga: Prediksi Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2022 Qatar: Mampu Ulangi Kejayaan 20 Tahun Lalu?
FIFA sendiri telah menyampaikan kepada para negara peserta Piala Dunia 2022 agar tidak mengenakan simbol-simbol yang memiliki agenda moralitas selama berlangsungnya Piala Dunia 2022 di Qatar.
Bullingham berdalih, dirinya sudah mengirimkan surat izin kepada FIFA untuk mengenakan ban kapten berwarna pelangi namun belum menerima respons dari FIFA.
"Saya rasa ada kemungkinan kita akan didenda. Dan jika kita didenda, kita akan membayar denda," ujar Bullingham.
Bullingham mengatakan penting untuk menunjukkan nilai yang diyakini oleh timnas Inggris.
"Dan itulah yang akan kami lakukan," kata Bullingham.
FA juga menjamin keselamatan para penonton sepak bola gay akan aman dari diskriminasi otoritas Qatar.
Bullingham menyampaikan, dirinya merasa sedih ada kaum LGBT di Inggris yang tidak jadi datang menonton Piala Dunia 2022 di Qatar.
AS Dekorasi Fasilitas Latihan
Sementara itu, timnas sepak bola Amerika Serikat (AS) menunjukkan dukungan mereka kepada kaum LGBT.
Saat menggunakan fasilitas latihan di Qatar, timnas AS terang-terangan menghias bendera tim mereka dengan warna pelangi yang merupakan simbol kaum LGBT.
Dikutip dari Marca, diketahui logo timnas AS adalah sebuah tameng dengan tulisan USA dan di bawahnya terdapat tujuh garis vertikal berwarna merah.
Namun pada Senin (15/11/2022), warna tujuh garis merah tersebut diganti menjadi warna pelangi.
Penggantian warna ini terjadi di Stadion Ahmad bin Ali di Kota Al Rayyan, Doha.
Diketahui di tempat tersebut lah timnas AS menjalani sesi latihan.
Baca juga: Sederet Artis yang Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar, Jungkook BTS Cetak Sejarah KPop