Terkini Daerah

Viral Mayat Hidup Lagi di Bogor Ternyata Pura-pura, Pelaku dan Istrinya Enggan Diperiksa Polisi

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan pihaknya akan melakukan pemriksaan terhadap Urip Saputra (40) mayat hidup lagi di Bogor (15/11/202).

TRIBUNWOW.COM - Aksi rohaniawan bernama Urip Saputra alias US (40) tengah membuat geger masyarakat Indonesia.

Pria asal Rancabungur, Kabupaten Bogor ini sempat mengaku mati suri pada Jumat (11/11/2022) kemarin.

Dikutip TribunWow dari Tribunnewsbogor, namun kini terungkap apa yang dilakukan oleh US ternyata hanya akal-akalan untuk menghindari tagihan utang.

Baca juga: Bukan Hidup Lagi, Pria di Bogor Ternyata Masuk Sendiri ke Peti Mati, Diduga akibat Terlilit Utang

US dan istrinya Y merekayasa skenario pura-pura mati karena terus-terusan ditagih oleh debt collector.

Informasi ini diungkap oleh Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin.

"Ada fakta menarik yang sedang kami dalami dari pembicaraan yang dilakukan oleh istrinya US dengan driver ambulans itu, bahwa istrinya berkeluh-kesah sedang dihadapkan oleh utang yang melilit keluarganya dan banyak yang menagih," ujar Iman kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Iman menyampaikan, saat ini pihak kepolisian masih memberikan waktu kepada pelaku untuk memulihkan diri.

"US (Urip) dan istrinya masih berkeberatan untuk memberikan keterangan, dan kami juga masih memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk pemulihan terlebih dahulu," ujar Iman.

Dikutip TribunWow dari tvonenews, US sebelum dibawa ke RSUD Bogor, sempat dibawa ke sebuah klinik.

Herlin Septiana adalah perawat yang pertama kali memeriksa kondisi US.

Herlin bercerita, US dibawa ke klinik pada Jumat (11/11/2022) malam sekira pukul 23.30 WIB.

"Klien dibawa menggunakan mobil ambulans tapi dalam keadaan masih dalam peti," ujar Herlin.

Herlin menjelaskan, kala itu para pengantar US menerangkan kepada pihak klinik bahwa US masih hidup.

Herlin lalu memeriksa nadi dan napas US yang ternyata masih ada.

Karena dokter jaga sedang tidak ada, Herlin hanya memberikan US bantuan oksigen kemudian terlihat US sadar menggerakkan jari dan ada kedipan mata.

Halaman
123