TRIBUNWOW.COM - Di tengah dimulainya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada Selasa (15/11/2022), pada saat yang sama terjadi serangan misil di Polandia.
Buntut dari serangan ini, negara anggota G7 yang hadir di KTT G20 langsung mengadakan pertemuan darurat membahas serangan di Polandia.
Dikutip TribunWow, sementara itu menurut pemberitaan dari BBC, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) enggan berkomentar saat ditanya soal kejadian di Polandia.
Baca juga: Kipas Kayu Cendana hingga Kerajinan Gading, Ini 17 Suvenir Mewah para Delegasi KTT G20 di Bali
Menurut pemberitaan dari media asal Inggris tersebut, banyak kepala negara yang hadir di G20 tampak kepikiran seusai serangan di Polandia terjadi.
Sesekali Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyempatkan berbicara empat mata selama beberapa menit.
Kejadian ini terjadi ketika Biden, Macron bersama para delegeasi KTT G20 lainnya mengunjungi hutan mangrove di Bali, Rabu (16/11/2022) untuk membahas isu lingkungan.
Sebelumnya, pejabat senior intelijen AS menuding misil milik Rusia telah menewaskan dua orang di negara anggota NATO yakni Polandia.
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki telah melakukan rapat darurat membahas keamanan negara.
Kementerian Luar Negeri Polandia menyampaikan, serangan terjadi di Desa Przewodow yang berdekatan dengan Ukraina.
Duta Besar Rusia untuk Polandia telah dipanggil oleh Kemenlu Polandia dan menyatakan Moskow sama sekali tak terlibat dalam serangan misil tersebut.
Morawiecki mengonfirmasi bahwa dua korban yang tewas adalah warga negara Polandia.
Presiden Polandia Andrzej Duda menyatakan saat ini sangat mungkin negara-negara NATO bergerak menindak pelaku penembakan misil.
Duda sendiri mengiyakan tidak ada bukti jelas siapa yang menembakkan misil tersebut.
Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan kepada NATO adalah eskalasi konflik Rusia-Ukraina yang perlu ditindak tegas.
Kendati demikian, juru bicara Kementerian Pertahanan AS, Brigjen Patrick Ryder menyatakan tidak ada informasi siapa yang melakukan serangan tersebut.