KTT G20 Bali

Putin Batal Datang ke Indonesia untuk Hadiri KTT G20, Bagaimana dengan Presiden Ukraina Zelensky?

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Jokowi bersama Presiden Putin usai memberikan keterangan pers bersama di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/06/2022). Terbaru, Putin dipastikan batal hadir di acara KTT G20, Kamis (10/11/2022).

Ia juga dicecar mengenai kecenderungan untuk berpihak pada Rusia maupun Ukraina yang tengah berperang.

Baca juga: Putin Diklaim Sudah Coba Tembakkan Nuklir ke Ukraina, Namun Gagal Karena Adanya Sabotase

Sebagaimana diketahui, sejumlah negara sempat menekan Jokowi sebagai tuan rumah KTT G20 yang akan diselenggarakan pada 15 -16 November 2022.

Beberapa pemimpin negara hendak memboikot pertemuan tersebut jika Putin sebagai kepala negara Rusia mendapat undangan.

Untuk menengahi perseteruan, Jokowi akhirnya turut mengundang Zelensky sebagai perwakilan Ukraina, meskipun negara tersebut bukan anggota G20.

Sempat bertemu langsung dengan Putin dan Zelensky, Jokowi mengatakan keduanya masih menyatakan kesanggupan untuk hadir.

Ia pun berharap kedua pemimpin negara tersebut bisa menemukan solusi untuk perdamaian.

"Sampai detik ini, mereka masih mengungkapkan keinginan untuk hadir di pertemuan tersebut," kata Jokowi dikutip kanal YouTube Al Jazeera, Minggu (22/10/2022).

"Situasinya tidak mudah, diimbuhi kegaduhan yang semakin terasa, namun kami tetap berharap Presiden Putin dan Presiden Zelensky dapat menghadiri pertemuan ini untuk menumbuhkan ruang dialog dan mencari solusi."

Foto kiri: Potret Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Rabu (29/6/2022). Foto kanan: Presiden Jokowi bersama Presiden Putin usai memberikan keterangan pers bersama di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/06/2022). (Kolase BPMI Setpres/Laily Rachev dan Instagram/@jokowi)

Baca juga: Beri Bantahan, Media Rusia Soroti Perkataan Jokowi soal Kedatangan Putin dan Xi Jinping ke KTT G20

Rusia dituding melakukan sejumlah kejahatan perang terkait penganiayaan pada masyarakat sipil dan sejumlah pelanggaran lain.

Menanggapi hal ini, Jokowi mengatakan bahwa kondisi perang bukanlah sesuatu yang bisa dinilai secara gamblang.

Ia menekankan bahwa menciptakan ruang dialog merupakan penyelesaian satu-satunya di tengah upaya saling tuding yang dilakukan dua negara.

"Ini adalah situasi yang sangat menantang, ini bukan masalah yang mudah," ucap Jokowi.

"Menciptakan ruang dialog juga bukanlah pekerjaan yang mudah secara persaingan semakin intens, ini yang ingin kami jembatani. Tapi sekali lagi, ini tidak mudah."

Sejumlah negara seperti Amerika dan Australia sempat meminta agar Rusia dilarang datang ke KTT G20.

Jokowi pun ditanya terkait apakah pemikiran untuk mengucilkan Putin seperti yang dilakukan sejumlah negara itu pernah terlintas di kepalanya.

Halaman
123