Namun, wacana kompetisi bergulir dengan menggunakan sistem bubble dan tanpa penonton sudah menjadi isu umum akhir-akhir ini.
Walaupun belum jelas manajemen Arema Fc tak bisa memungkiri bahwa hal ini juga sudah menjadi bahasan tim.
"Dua hal tersebut ( home away atau centralized bubble) masih menjadi bahasan. Namun kami yakin hal ini akan segera dipastikan secepatnya," kata Tatang.
Tim asal Malang itu mengatakan bahwa saat ini Arema memang tak memiliki banyak pilihan.
Sehingga apapun keputusannya nanti, Arema FC akan menghormati keputusan itu.
Sebab Arema FC juga saat ini berada dalam masa hukuman.
"Soal adanya penolakan di supporter terkait format bubble dan tanpa penonton, kami sangat respect dengan hal itu," ucap Tatang.
"Sekali lagi, cukup Arema FC saja yang mendapatkan hukuman ini. Kami akan jalani dengan legowo," tuturnya.(BolaSport.com)