Dalam video tersebut, terdengar Prigozhin menjanjikan kepada para narapidana akan dibebaskan jika bersedia bekerja sebagai tentara bayaran di bawah Grup Wagner selama enam bulan.
Dikutip TribunWow dari bbc, setelah video ini viral, Prigozhin memberikan pesan kontroversial lewat sosial media ke publik.
Pesan pertama, Prigozhin bercerita jika dirinya dipenjara maka ia akan bergabung dengan Grup Wagner demi membantu Tanah Air Rusia.
Prigozhin turut mengirimkan pesan kepada warga yang memprotes kebijakan mengirimkan narapidana untuk berperang di Ukraina.
"Kontraktor militer swasta dan narapidana atau anak Anda - tentukan pilihan Anda," ujar Prigozhin.
Menanggapi isu ini, Kementerian Pertahanan Inggris berpendapat Rusia saat ini sedang mengalami krisis kekurangan personil.
Baca juga: Miliarder ke-4 Rusia Pindah Kewarganegaraan, Ogah Disebut Warga Putin Buntut Perang Ukraina
Sebelumnya viral sebuah video menampilkan seorang pria yang merupakan tentara Rusia tertawa lepas saat mengecek perbekalan perang yang diberikan oleh pemerintah setempat.
Tentara yang ada di video diketahui merupakan pria yang menjadi target mobilisasi ke Ukraina.
Dikutip TribunWow dari skynews, dalam video itu, sang tentara membuka perbekalan dari Yakutia.
Baca juga: Jawab Ancaman Nuklir Rusia, Warga Ukraina Agendakan Pesta Seks Massal Lewat Telegram
Dalam video itu terdengar suara tawa sang tentara Rusia ketika ia membuka satu per satu isi tas perbekalan yang diberikan pemerintah setempat.
Perbekalan tersebut adalah coklat batang, pembalut dan perlengkapan pertolongan pertama.
Pada video yang beredar, awalnya tentara Rusia tersebut berharap mendapat kaca meta alat bantu untuk menembak.
Hingga Jumat (7/10/2022), video tentara Rusia tersebut mendapatkan jumlah tontonan hingga 22,1 ribu.(TribunWow.com/Via/Anung)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina