Pilpres 2024

Saat Komentari Prabowo, Jokowi Disebut Berikan Sinyal Enggan Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto kiri: Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto saat mengunjungi UNHAN, 6 September 2022. Foto kanan: Poster Capres 2024 Partai NasDem Anies Baswedan.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan agar para menterinya tetap menjadikan tugas negara sebagai prioritas.

"Tugas sebagai menteri harus diutamakan," kata Jokowi.

"Kalau kita lihat nanti mengganggu ya akan dievaluasi, apakah memang harus cuti panjang banget atau tidak," ujarnya.

Baca juga: Sekjen Gerindra Ungkap Apa yang akan Dilakukan Prabowo Subianto jika Jadi Presiden 2024: Cuma Satu

Jokowi menyebut sejak awal dirinya mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Foto Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Indo Defence 2022 ExpoForum yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/11/2022). (BPMI/Muchlis Jr)

Berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas pada Oktober 2022, elektabilitas dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin menurun kini berada di angka 17,6 persen.

Padahal sebelumnya pada survei Juni 2022, Prabowo masih bisa meraih sebesar 25,3 persen.

Dikutip TribunWow dari Kompas, menurut pengamat, ada beberapa alasan mengapa elektabilitas sang Menteri Pertahanan RI sebagai calon presiden (capres) di 2024 terus menurun.

Baca juga: Beda Nasib dari Anies, Prabowo Disebut Selamat dari Hujatan karena Mesra dengan Jokowi dan Megawati

Faktor pertama adalah Prabowo sudah berkali-kali ikut dalam pemilihan presiden (pilpres) namun berulang kali juga mengalami kekalahan.

“Figur-figur lama seperti Prabowo tidak menawarkan lagi pilihan-pilihan baru,” ujar Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi pada Kompas.com, Jumat (28/10/2022).

“Publik sudah jenuh, apalagi dengan rekam jejak Prabowo yang berkali-kali nyapres, bahkan pernah jadi cawapres gagal. Ini menjadi memori kolektif dari publik,” tuturnya.

Selanjutnya Ari menyoroti munculnya sosok-sosok muda yang menjadi saingan Prabowo, di antaranya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ari melanjutkan, solusi yang dapat dilakukan oleh Prabowo untuk mendongkrak elektabilitas adalah menggaet calon wakil presiden (cawapres) yang sesuai selera masyarakat.

“Butuh pendamping yang bisa mendongkrak tingkat keterpilihannya seperti sosok Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa,” ungkap Ari.

Ari juga mengusulkan agar Prabowo mengalah maju sebagai cawapres.

“Berlaku sebagai mentor dan pengarah capres jika bersedia menjadi calon RI-2. Dalam bayangan ideal saya sebagai pasangan Ganjar Pranowo-Prabowo Subianto,” papar Ari.

Baca juga: Bukan ke Anies atau Prabowo, Pendukung Ganjar akan Dukung Sosok Ini jika Ganjar Tak Maju di 2024

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengunjungi kawasan Kampung Aquarium, Jakarta Utara, Sabtu (7/1/2017) didampingi Anies Baswedan. Terbaru, banyak pihak memberikan reaksi berbeda saat Prabowo dan Anies mendeklarasikan diri maju sebagai capres 2024. (Tribunnews/FOTO DOK./Akhdi Martin Pratama)

Awalnya Prabowo Hanya Senyam-senyum Enggan Maju

Halaman
1234