Bahkan, disebutkan bahwa para penumpang merasakan hawa panas yang tak lazim di dalam kabin.
"Kita di atas laut sekitar 30 menit dan belum landing," tutur Tri Kurnia Putri.
Keadaan ini membuat para penumpang di dalam pesawat panik dan histeris.
Terutama para ibu dan lansia yang hendak kembali ke Palembang setelah menunaikan ibadah umrah.
"Banyak ibu-ibu lansia yang usai menunaikan ibadah umrah berteriak histeris."
Rupanya, pesawat tak lantas mendarat dengan mulus lantaran sempat tergelincir.
"Banyak banget damkar yang sudah standby, asli ini seram banget," ungkap Tri Kurnia Putri melukiskan kondisi saat penumpang berhasil dievakuasi.
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, membeberkan kejadian tersebut berlangsung di ketinggian 3.000 kaki.
Ketika itu, pilot pesawat merasakan ada yang janggal pada komponen mesin pesawat.
"Pada ketinggian jelajah 3.000 kaki, pilot merasakan kinerja pada salah satu komponen mesin pesawat tidak sesuai dengan yang semestinya dan menunjukkan perlu segera dilakukan pengecekan," terang Danang.
Untuk mengakomodir kebutuhan penumpang, maka Lion Air mengalihkan mereka yang naik JT-330 ke penerbangan lain dengan tujuan yang sama.
"Penerbangan JT-330 selanjutnya dioperasikan dengan menggunakan Boeing 737-800NG registrasi PK-LOP. Pesawat telah berangkat pada pukul 19.20 WIB dan diperkirakan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II pukul 20.20 WIB," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa pesawat tersebut telah dipersiapkan dengan baik dan dinyatakan layak serta aman untuk dioperasikan.
Namun, atas kejadian tersebut, Danang mewakili manajemen Lion Air Group menyampaikan permintaan maaf.
"Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul," kata Danang.
Baca juga: Penyebab Pesawat Lion Air dan Garuda Gagal Mendarat di Pontianak, Dialihkan ke Batam dan Palembang
(TribunWow.com/Via)
Sebagian artikel ini diolah dari Tribunnews.com dengan judul "Di Atas Laut, Penumpang Lion Air JT 330 Melihat Mesin Sayap Kiri Terbakar", dan "Saat Ketinggian 3.000 Kaki, Pilot Lion Air Penerbangan Jakarta-Palembang Rasakan Mesin Bermasalah"