Konflik Rusia Vs Ukraina

Penjelasan Bom Kotor, Senjata Terlarang yang Diklaim Rusia akan Dipakai Ukraina Melancarkan Fitnah

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tentara Ukraina mencari sisa peluru yang tidak meledak setelah bertempur dengan pasukan Rusia di Kyiv, Ukraina, pada Sabtu (26/2/2022).

Dalam panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Inggris, Prancis dan Turki, Shoigu menyampaikan kekhawatiran tentang kemungkinan provokasi oleh Ukraina dengan penggunaan 'bom kotor'.

Bom kotor yang dimaksud adalah senjata yang dirancang untuk mencemari area yang luas dengan bahan radioaktif, sehingga berbahaya bagi warga sipil.

Namun, senjata tersebut tidak melibatkan adanya ledakan nuklir.

Penampakan serangan drone kamikaze milik Rusia di Kyiv/Kiev, Ukraina pada 17 Oktober 2022. (YouTube South China Morning Post)

Baca juga: Dicecar Media Asing, Jokowi Jawab soal Berpihak ke Rusia atau Ukraina, Singgung Putin dan Zelensky

Lewat pidato yang diunggah di media sosial, Zelensky menolak mentah-mentah tudingan tersebut.

"Jika Rusia menelepon dan mengatakan bahwa Ukraina diduga sedang mempersiapkan sesuatu, itu berarti satu hal: Rusia telah menyiapkan semua ini," kata Zelensky dikutip The Moscow Times.

"Saya percaya bahwa sekarang dunia harus bereaksi sekeras mungkin."

Pernyataan tersebut didukung oleh Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba di media sosial yang juga mengeluarkan bantahan serupa.

"Kebohongan Rusia tentang Ukraina yang diduga berencana menggunakan 'bom kotor' sama absurdnya dengan bahayanya," kata Kuleba.

"Pertama, Ukraina adalah anggota NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir) yang berkomitmen: kami tidak memiliki 'bom kotor', atau berencana untuk memperolehnya. Kedua, Rusia sering menuduh orang lain atas apa yang mereka rencanakan sendiri."

Seorang pejabat senior A.S. pada hari Minggu menolak klaim Rusia bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan bom kotor sebagai tudingan yang benar-benar salah.

"Kami menolak laporan tuduhan palsu Menteri Shoigu bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan bom kotor di wilayahnya sendiri," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Adrienne Watson dikutip The Moscow Times.

"Dunia akan melihat melalui segala upaya untuk menggunakan tuduhan ini sebagai dalih untuk eskalasi."(TribunWow.com/Via)

Berita terkait lainnya