TRIBUNWOW.COM - Mencoba bangkit dari tragedi Kanjuruhan, para pemain Arema FC akhirnya mulai berkumpul untuk menjalani latihan.
Namun sebelum kembali dengan rutinitas latihan normal, skuad Arema FC terlebih dahulu mendapatkan pendampingan psikologis.
Hal itu disampaikan oleh pelatih Arema FC, Javier Roca.
Baca juga: Transfer Mewah Gratis Borneo FC: Eks Bintang Bali United Paling Terasa, Persib-Arema Dibuat Merana
Baca juga: Nasib Evan Dimas: Belum Jadi Andalan Arema FC, Kini Tak Lagi Dapat Panggilan Timnas Indonesia
Javier Roca sendiri juga menjadi pihak yang ikut merasakan langsung kengerian tragedi 1 Oktober yang menewaskan 134 korban jiwa.
Javier Roca menyebut timnya sudah mulai berkumpul untuk pertama kalinya pada 20 Oktober.
Skuad Arema FC sempat libur total dari aktivitas sepak bola sejak laga melawan Persebaya.
Terkait hal ini, pelatih Javier Roca, menjelaskan jika pertemuan awal skuad Singo Edan ini dimanfaatkan untuk memulihkan psikologis pemain.
"Pertemuan ini langsung dengan psikolog. Dengan kumpul ini kami mulai beraktivitas sebagai tim lagi."
"Sambil menilai kondisi mental pemain," kata Javier Roca dilansir BolaSport.com dari laman Kompas.com.
Roca menyadari jika trauma pasca Tragedi Kanjuruhan pasti tidak akan hilang seluruhnya.
Namun, dia meminta kepada semua pemain agar menerima keadaan ini dan berusaha untuk bangkit.
Baca juga: Arema FC Berpotensi Depak Adilson Maringa? Sosoknya Underperform di Liga 1 2022, Ini Statistiknya
Pada sesi ini, ada tiga psikolog yang mendampingi pemain dan mereka diajak untuk bercerita pasca kejadian.
"Saya minta ke pemain untuk ikhlas dengan luka yang ada di hati kita semua."
"Kita akan berusaha untuk sembuhkan luka ini dengan beberapa cara, meskipun mungkin luka itu tetap ada."
"Kita harus belajar kuat supaya tetap dapat beraktivitas sebagai pemain profesional dengan luka ini."