"Kalau ngomongin politik bicaranya ada tiga pintu. Nasional juga sedang terjadi dinamika jadi jawaban itu pasti terjadi di detik terakhir, enggak bisa jauh hari," terang Ridwan Kamil dikutip Kompas.com.
"Jadi enggak hanya DKI, kalau melihat apakah periode kedua gubernur mau di mana, bisa di Jabar lagi, atau provinsi lain. Menurut aturan pemilu kan boleh saja."
"Kan belum ada tawaran (Pilkada DKI) itu mah ada orang memperbincangkan. Mana yang dipilih oleh seorang Ridwan Kamil gak bisa dipilih sekarang, semua yang begitu mah pengalaman saya menjelang menjelang menjelang lah," tandasnya.
Sementara itu, dikutip dari laman chartapolitika.com, nama Ridwan Kamil juga masuk dalam jajaran calon wakil presiden.
Namun, Ridwan Kamil yang mendapat suara 20,8 persen, bersaing tipis dengan Menparekraf Sandiaga Uno yang mendapat suara 22,3 persen.
Elektabilitas keduanya jauh tinggi melebihi kandidat-kandidat lain seperti Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan suara 7,2 persen dan Menteri BUMN Erick Thohir 6,1 persen.
Baca juga: Ridwan Kamil Ungkap Tujuan Ucap Pantun Berisi Doa Prabowo Jadi Presiden: Doa Bagus Buat Kebaikan
Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno kembali bersaing ketat saat dipasangkan dengan Ganjar.
Dalam simulasi survey 4, pasangan Ganjar-Sandiaga mendapat suara hingga 34,7 persen.
Sementara itu, Ganjar dan Ridwan Kamil mendapat suara yang hampir sama, yakni 34,4 persen.
Namun jika dilihat dari data-data sebelumnya, popularitas Ridwan Kamil cenderung menanjak dari waktu ke waktu.
Sementara nama Sandiaga justru makin menurun popularitasnya di mata publik.
Adapun dalam survei 'Elektabilitas 10 Nama' untuk calon presiden 2024, Ridwan Kamil menduduki peringkat keempat dengan total suara 7,2 persen.
Sementara Ganjar berada di puncak diagram dengan total suara 31,3 persen.
Baca juga: Berita Ridwan Kamil: RK Kalah Telak dari Atalia dalam Survei Kandidat Wali Kota Bandung Versi IPRC
Tragedi Eril Dongkrak Elektabilitas