Sedangkan saat berlaga kontra Arema FC, kehilangan Hanno Behrens tak terlalu dirasakan oleh Persija Jakarta karena skema bertahan yang dimainkan Thomas Doll.
Thomas Doll lebih memilih menumpuk pemain di lini belakang dan hanya memasang tiga pemain di sektor tengah.
Kecepatan Riko Simanjuntak jadi kunci counter attack cepat yang dimainkan oleh Persija Jakarta.
Dan akhirnya berhasil membuahkan satu gol melalui sepakan Michael Krmencik di akhir babak pertama.
Meski pada dua laga tanpa Hanno Behrens Persija Jakarta berhasil menang, namun, kemenangan Macan Kemayoran masih membuat Jakmania was-was.
Mengingat sosok pengganti Hanno Behrens, Braif Fatari kerap menunjukkan performa yang terus merosot.
Bahkan, sosoknya menjadi jarang mendapatkan panggilan Timnas Indonesia yang sejatinya kerap ia dapatkan sebelumnya.
Masuknya sosok Braif Fatari jika Hanno Behrens absen juga tak luput dari minimnya pilihan di kedalaman skuad lini tengah Persija Jakarta.
Tercatat hanya ada Resky Fandi dan Tony Sucipto yang lebih ke tipikal gelandang breaker atau gelandang bertahan.
Praktis hanya Braif Fatari satu-satunya pemain di sektor tengah yang bisa memungkinkan untuk dimainkan oleh Persija Jakarta.
Kualitasnya yang menurun bisa jadi sebab masalah besar jika Persija Jakarta kehilangan Hanno Behrens atau Syahrian Abimanyu.
Sehingga, pada bursa transfer pertengahan musim, Persija Jakarta harus segera mencari alternatif lain jika Syahrian Abimanyu atau Hanno Behrens absen.
Patut dinantikan langkah apa yang bakal dilakukan oleh manajemen Persija Jakarta terkait kurangnya pilihan di kedalaman skuad Macan Kemayoran, terutama di sektor tengah.
Perubahan Mencolok Syahrian Abimanyu
Tak ada yang menyangka sosok Syahrian Abimanyu mampu menjelma menjadi bagian penting Persija Jakarta meski terhitung baru seumur jagung bergabung dengan skuad Macan Kemayoran di Liga 1.