Konflik Rusia Vs Ukraina

Komandan Rusia Akui Kewalahan Hadapi Ukraina, Kherson Terancam Lepas dari Genggaman Putin

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasukan militer Rusia mencapai Kota Kherson, Ukraina, Rabu (2/3/2022). Terbaru, Rusia makin terdesak dan terancam tak bisa pertahankan Kherson, Rabu (19/10/2022).

"Pihak Ukraina sedang membangun kekuatan untuk serangan skala besar," kata Saldo dalam sebuah pernyataan video.

"Militer Rusia sedang bersiap untuk mengusir serangan itu. Di mana militer beroperasi, tidak ada tempat bagi warga sipil. Biarkan tentara Rusia memenuhi tugasnya," tandasnya.

Baca juga: Klaim Lebih Manusiawi, Komandan Pasukan Rusia Sebut Tentara Ukraina Dipaksa Pilih Maju atau Ditembak

Cara Ukraina Rebut Kembali Wilayah Kherson

Pemerintah Ukraina menargetkan untuk merebut kembali wilayah Kherson yang kini dikuasai oleh pasukan militer Rusia.

Untuk dapat merebut kembali Kherson, pasukan militer Ukraina diketahui telah melancarkan serangan yang menargetkan jembatan di sekitar daerah tersebut.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, pada Sabtu (23/7/2022) kemarin, Kemenhan Inggris melaporkan terjadi kontak senjata intensitas tinggi di dekat Kherseon.

Baca juga: VIDEO Kemenhan Rusia Klaim Hancurkan Benteng Ukraina dengan Mortir Self-Propelled 2S4

Saat ini pasukan militer Ukraina tengah berusaha menghambat rantai suplai pasukan Rusia.

Beberapa jembatan yang diserang oleh Ukraina di antaranya adalah jembatan Daryivskyi dan Antonivskyi.

Kedua jembatan tersebut diserang oleh Ukraina menggunakan senjata artileri bantuan Amerika Serikat (AS).

Pihak pemerintah Kherson pro Rusia menyampaikan, jika serangan terus dilakukan maka kedua jembatan tersebut akan hancur.

Pemerintah Inggris menyampaikan, apabila kedua jembatan tersebut hancur maka kekuatan pasukan militer Rusia di Ukraina akan menurun drastis.

Sebelum serangan dilakukan, Wakil PM Ukraina Iryna Vereshchuk telah mendesak agar warga Ukraina di Kherson segera melakukan evakuasi pergi dari kota tersebut.

Pemerintah Ukraina menyampaikan bahaya warga terjebak di dalam Kherson ketika serangan balik dilakukan oleh pasukan militer Ukraina.

Sementara itu pada Senin (18/7/2022), Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmitry Kuleba mendeklarasikan bahwa negosiasi damai dengan Rusia hanya mungkin terjadi saat Rusia kalah di medan perang.

Semenjak gagalnya perundingan damai di Turki, belum ada lagi agenda besar perundingan damai yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina.

Halaman
123