Sama halnya dengan Farrel, sosok Bahril Fahreza juga mengalami hal serupa.
Penyerang berusia 20 tahun itu sebenarnya juga sama merupakan produk asli binaan PSIS Semarang.
Bahril Fahreza dipromosikan PSIS Semarang bersamaan dengan Farrel per 1 Maret 2021.
Bersama skuad senior PSIS Semarang, Bahril Fahreza hanya mampu catatkan dua pertandingan dengan bukukan 1 gol dan 1 asisst.
Dua pertandingan itu ia catatkan pada ajang Piala Menpora 2021.
Baca juga: PSIS Semarang dan Persis Solo Sempat Adu Sikut Gaet Sosok Pelatih, Sekarang Sudah Pasti Beda Selera?
Untuk Gusti Setiawan, nasibnya lebih tak mengenakan dibandingkan Bahril dan Farrel.
Pemain jebolan PSIP Pemalang itu sejatinya digaet PSIS Semarang per 5 Januari 2022.
Tapi sayang, kiprahnya bersama PSIS Semarang senior hingga kini tak kunjung ia dapatkan.
Padahal sebelumnya, Gusti juga sudah berpengalaman dengan pernah mencatatkan kiprah bersama Barito Junior selama 4 musim.
Menilik dari kedalaman skuad yang ada, semestinya PSIS Semarang tak kesulitan mencari alternatif lain andai Carlos Fortes absen akibat cedera atau akumulasi kartu.
Mengingat ada tiga nama predator muda yang sejatinya bisa dijadikan opsi untuk dimainkan di sektor depan Laskar Mahesa Jenar.
Akan tetapi, PSIS Semarang justru tak juga berikan kesempatan menit bermain untuk ketiganya.
PSIS Semarang justru lebih memberikan kepercayaan sektor depan kepada Taisei Marukawa.
Selain itu, hadirnya Titus Bonai juga mempersulit ketiga wonderkid PSIS Semarang itu untuk mendapatkan menit bermainnya bersama Laskar Mahesa Jenar.
Meski begitu, asa untuk ketiganya dapat menuai menit bermain bisa saja terealisasikan kala PSIS Semarang menunjuk sosok baru di belakang juru kemudi tim.