Turut menanggapi cuitan Elon Musk, pembantu presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak menyarankan rencana perdamaian yang menurutnya lebih baik.
Dalam rencana tersebut, Ukraina mengambil kembali wilayahnya termasuk Krimea, demiliterisasi dan denuklirisasi diberlakukan di Rusia, dan para penjahat perang menghadapi pengadilan internasional.
Duta Besar Ukraina untuk Jerman, Andriy Melnyk, menunjukkan reaksi yang lebih berani dan terang-terangan.
"Persetan adalah balasan saya yang sangat diplomatis kepada Anda @elonmusk," cuit Melnyk.
Para pemimpin Eropa lainnya juga menyuarakan penentangan mereka terhadap rencana Musk.
"@elonmusk yang terhormat, ketika seseorang mencoba mencuri roda Tesla Anda, itu tidak membuat mereka menjadi pemilik resmi mobil atau roda tersebut. Meskipun mereka mengklaim keduanya memilih mendukungnya. Hanya mengatakan," tulis Presiden Lithuania, Gitanas Nausda.
Sebagaimana diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan invasi ke Ukraina dan berhasil merebut empat provinsi Ukraina, yakni Zaporzhzhia, Kherson, Donetsk, dan Luhanks.
Setelah mengumumkan pencaplokan tersebut, Rusia dikabarkan mulai membuka jalan damai dengan Ukraina.
Namun hingga saat ini, pihak Ukraina masih tidak terima dan terus melakukan upaya pengambilan kembali wilayah tersebut yang mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Baca juga: Jika Putin Nekat Pakai Nuklir, Eks Bos CIA Sebut AS akan Pimpin NATO Serbu Pasukan Rusia di Ukraina
Putin Disebut Biang Kerok Kekalahan Rusia di Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin dituding bertanggung jawab atas kekalahan tentaranya di sejumlah wilayah Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, para veteran tentara Rusia menyebut Vladimir Putin telah menciptakan kondisi yang membuat negaranya tak berdaya.
Para pensiunan itu pun menentang keras konflik di Ukraina dan merasa pesimis terhadap jalannya perang.
Baca juga: Zelensky Resmi Daftarkan Keanggotaan Ukraina ke NATO Buntut Pencaplokan 4 Wilayahnya oleh Rusia
Dikutip The Moscow Times, Senin (3/10/2022), setelah pensiun dari Angkatan Udara Rusia dengan pangkat letnan kolonel, Vitaly Votanovsky terlibat dalam aktivisme politik di kota Krasnodar, Rusia selatan.
Sekarang, dia adalah penentang keras invasi Ukraina dan telah berulang kali ditahan karena memotret kuburan para tentara yang tewas.